Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Rencana Allah - Nouman Ali Khan


Nama Nabi Musa paling sering disebut dalam Qur'an. Taurat yang diturunkan kepada beliau, digunakan oleh banyak Nabi sesudahnya. Meskipun beliau merupakan guru senior, beliau disuruh belajar pada seorang yang disebut seorang hamba dari hamba-hamba kami ('abdan min 'ibadina). Allah tidak menyebut nama guru beliau dalam Qur'an dan hadits menyebut nama beliau "Khidr".

Gelar yang Allah berikan untuk guru Musa adalah "abdan" (hamba, budak). Sementara kita sebagai manusia biasa sering merasa bangga dengan gelar yang kita miliki. Bagi kita, gelar memberikan kita status dalam masyarakat. Budak kepada manusia adalah kehinaan, budak kepada Allah adalah kebebasan. Budak adalah posisi yang paling rendah dalam pandangan manusia.

Semakin tinggi ilmu seseorang maka seharusnya kita makin rendah hati. Nouman Ali Khan bercerita tentang pengalamannya mengikuti pertemuan tentang Qur'an di Amman, Yordania. Dalam pertemuan tersebut mereka tidak boleh bawa HP, mereka hanya boleh memperkenalkan nama dan asal, bicara pun harus dengan bahasa orang biasa. Dari 400-an orang yang menghadiri pertemuan itu, ada para ulama, para milioner. Ini benar-benar mengajarkan "'abdan min 'ibadina".

Seorang ulama mengatakan bahwa seorang yang berilmu seperti ranting yang memiliki buah, maka akan merendah. (Dalam bahasa Indonesia : seperti padi, semakin berisi, semakin rendah).

Pengetahuan itu ada dua:
  1. Ayat-ayat Allah
  2. Realitas
Rahmat yang disebutkan dalam ayat diatas menunjukkan bahwa ada ilmu yang bila kamu mengetahuinya, maka anda akan merasa tenang. 

Ketika Musa minta belajar kepada Khidr, beliau mengatakan bahwa Musa tidak akan sabar. Bayangkan, Musa yang pernah berhadapan dengan Fir'aun, pernah mengajak kaumnya menyeberangi Laut Merah, berhadapan dengan Bani Israil yang keras kepala, beliau disebut tidak akan sabar. Musa menjawab bahwa beliau berharap bahwa beliau akan sabar. 

Realitas ada dua:
  1. Realitas yang dapat dilihat
    • Malam lailatul Qadr
  2. Realitas yang tidak dapat dilihat
    • Malaikat yang memenuhi langit saat Lailatul Qadr
Ketika seorang hakim menghukumi seseorang, ketika ditanya alasannya, bila hakim hanya menjawab bahwa ada alasannya, tanpa menyebutkannya, maka tentu orang tersebut akan marah. 

Ilmu realitas ini tidak diajarkan kepada Nabi-Nya (Musa). 

Itulah sebabnya ketika Musa melihat apa yang dilakukan oleh Khidr, beliau tidak bisa menahan dirinya, persis ketika:
  • melihat Bani Israil dipukuli
  • melihat para wanita menunggu untuk meminumkan kambingnya
Jadi karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya dibalik apa yang terjadi, maka kita harus percaya kepada Allah. Kita tidak akan mempertanyakan keputusan Allah. Jangankan manusia, malaikat pun bertanya kepada Allah ketika penciptaan Adam, namun setelah itu mereka menerima apa yang Allah ciptakan. 

Ketika kaum Muslimin kalah di Uhud, mereka mempertanyakan hal tersebut, Allah mengatakan bahwa Dia mempergilirkan kemenangan itu diantara hamba-Nya. 

Allah memberi ujian kepada kita untuk membedakan antara yang baik dengan yang buruk. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)