Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Belajar tasawuf di Masjid Al-Amanah Palangka Raya


Pada hari Jum'at, 28 Desember 2018 setelah shalat Isya di Masjid Al-Amanah, Jalan Bukit Raya XII, Palangka Raya diselenggarakan pengajian tasawuf yang dibimbing oleh Guru Mahmud. Beliau adalah guru di Majelis Ta'lim Ubudiyah, Jalan Jati Palangka Raya. Selain itu beliau juga mengisi pengajian di Masjid Amanul Ihsan, Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Pengajian diawali dengan pembacaan Wirid Khushusiyyah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Setelah itu sang guru diam, jama'ah pun diam. Admin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Waktu admin membaca lembaran yang dibagikan ternyata ini adalah bagian dari "fana' dan istighraaq pada Nur Muhammad SAW" dengan jalan:

  1. Pejamkan mata, tutup mulut, tahan nafas, jangan dengarkan suara-suara, hindarkan segala urusan hidup.
  2. Keimanan, keyakinan serta segala perasaan dan pikiran bahwa dirinya adalah Nur Muhammad SAW
Setelah itu beliau menjelaskan empat hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini dari sudut pandang sufi diantaranya tawasul, istighosah, minta syafaat kepada Nabi Muhammad SAW serta berwasilah kepada Nur Muhammad.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"