Menyusuri Kubah Guru Hamdi di Handel II Pangkalan Sari: Jejak Seorang Qori dan Pendiri Pesantren di Basarang

Gambar
  Musholla Miftahussalam Oleh: Jum'atil Fajar | Informasi Kapuas Di berbagai pelosok Kabupaten Kapuas masih tersimpan jejak para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam dan pendidikan keagamaan. Sayangnya, tidak semua kisah mereka terdokumentasikan dengan baik. Salah satu jejak tersebut adalah Kubah Guru Hamdi yang berada di Handel II, Desa Pangkalan Sari, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah . Rasa penasaran terhadap tempat ini membawa saya melakukan perjalanan singkat pada Minggu, 14 Juni 2026, saat dalam perjalanan dari Pulang Pisau menuju Kuala Kapuas. Berawal dari Sebuah Papan Petunjuk Ketika melintas di Jalan Trans Kalimantan, saya berbelok ke kiri menuju kawasan Desa Bungai Jaya. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan melewati Poskesdes Bungai Jaya. Tidak lama kemudian saya tiba di sebuah perempatan jalan. Di sana terdapat sebuah papan petunjuk bertuliskan "Kubah Guru Hamdi" lengkap dengan tanda pana...

Belajar tasawuf di Masjid Al-Amanah Palangka Raya


Pada hari Jum'at, 28 Desember 2018 setelah shalat Isya di Masjid Al-Amanah, Jalan Bukit Raya XII, Palangka Raya diselenggarakan pengajian tasawuf yang dibimbing oleh Guru Mahmud. Beliau adalah guru di Majelis Ta'lim Ubudiyah, Jalan Jati Palangka Raya. Selain itu beliau juga mengisi pengajian di Masjid Amanul Ihsan, Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Pengajian diawali dengan pembacaan Wirid Khushusiyyah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Setelah itu sang guru diam, jama'ah pun diam. Admin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Waktu admin membaca lembaran yang dibagikan ternyata ini adalah bagian dari "fana' dan istighraaq pada Nur Muhammad SAW" dengan jalan:

  1. Pejamkan mata, tutup mulut, tahan nafas, jangan dengarkan suara-suara, hindarkan segala urusan hidup.
  2. Keimanan, keyakinan serta segala perasaan dan pikiran bahwa dirinya adalah Nur Muhammad SAW
Setelah itu beliau menjelaskan empat hal yang bermanfaat dalam kehidupan ini dari sudut pandang sufi diantaranya tawasul, istighosah, minta syafaat kepada Nabi Muhammad SAW serta berwasilah kepada Nur Muhammad.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas