Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kunjungan Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Kapuas

Pada hari Kamis, 13 Desember 2018, Komisi C DPRD Kalimantan Tengah mengunjungi Kabupaten Kapuas. Kunjungan dipusatkan di aula RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Agenda mereka kali ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai Universal Health Coverage di Kabupaten Kapuas. Mereka mendengarkan masukan dari pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Ishak Baseri. Kemudian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang diwakili oleh Bapak Suparman. Masukan dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas langsung disampaikan oleh Bapak dr. Agus Waluyo, MM, selaku Plt. Direktur. Selain itu juga didengar masukan dari BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dari informasi yang disampaikan sangat diharapkan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membantu Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kapuas pada thaun 2019 mengingat dana yang disediakan oleh pemerintah kabupaten tidak mencukupi. Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas, Bapak Yan Henri Alle meminta pemerintah provinsi dapat mendorong perusahaan yang ada di Kalimantan Tengah turut membantu melalui CSR mereka. Namun pimpinan rombongan menjelaskan bahwa hal tersebut tidak mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)