The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Persadia Cabang Kuala Kapuas menerima bantuan dari Dinas Kesehatan

Pada hari Kamis, 7 Februari 2019, Ketua Persadia Cabang Kuala Kapuas, Bapak Fauzuddin, menerima bantuan alat-alat Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dari Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Bapak Ahmad Zayad.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut komitmen Dinas Kesehatan dalam rapat perdana Persadia tiga minggu lalu.

Insya Allah para anggota Persadia akan segera dilatih bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu kegiatan Prolanis JKN, sehingga bisa mendapat bantuan juga dari BPJS Kesehatan.

Foto dan berita kiriman Pak Ngatai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas