Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Persadia Cabang Kuala Kapuas menerima bantuan dari Dinas Kesehatan

Pada hari Kamis, 7 Februari 2019, Ketua Persadia Cabang Kuala Kapuas, Bapak Fauzuddin, menerima bantuan alat-alat Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dari Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Bapak Ahmad Zayad.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut komitmen Dinas Kesehatan dalam rapat perdana Persadia tiga minggu lalu.

Insya Allah para anggota Persadia akan segera dilatih bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu kegiatan Prolanis JKN, sehingga bisa mendapat bantuan juga dari BPJS Kesehatan.

Foto dan berita kiriman Pak Ngatai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"