The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Persadia Cabang Kuala Kapuas menerima bantuan dari Dinas Kesehatan

Pada hari Kamis, 7 Februari 2019, Ketua Persadia Cabang Kuala Kapuas, Bapak Fauzuddin, menerima bantuan alat-alat Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dari Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Bapak Ahmad Zayad.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut komitmen Dinas Kesehatan dalam rapat perdana Persadia tiga minggu lalu.

Insya Allah para anggota Persadia akan segera dilatih bagaimana cara menggunakan peralatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu kegiatan Prolanis JKN, sehingga bisa mendapat bantuan juga dari BPJS Kesehatan.

Foto dan berita kiriman Pak Ngatai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas