Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Millennial Road Safety Festival di Palangka Raya

Pada hari Ahad, 10 Februari 2019, admin berjalan-jalan ke Bundaran Besar Palangka Raya. Dari Masjid Darussalam Palangka Raya, admin naik angkot jurusan pasar. Syukurnya angkot mau mengantar sampai Jalan Yos Sudarso melalui Jalan M.H. Thamrin.

Ketika menuju ke Bundaran Besar, mata admin tertuju pada salah satu rumah makan padang yang membuka lapak di Jalan Yos Sudarso. Admin menikmati makan pagi dengan ayam goreng ala masakan Padang. Sambil duduk diatas tikar diatas rumput, admin menikmati sarapan tersebut.

Sarapan dengan ayam goreng (masakan Padang)
Setelah itu admin berjalan menuju Bundaran Besar yang sudah ramai dengan berbagai macam kegiatan. Karena begitu banyaknya kegiatan yang berjalan secara serentak, kegiatan dipanggung utama tidak terlalu menjadi perhatian. Admin berkeliling ke tenda-tenda yang ada disekitar bundaran besar tersebut. Macam-macam hal yang disajikan dalam tenda-tenda tersebut mulai dari berbagai ramuan tradisional dayak sampai pameran mobil. 

Admin sempat mampir ke subdit narkoba Polda Kalteng melihat berbagai macam visualisasi narkoba. Setelah itu ngobrol dengan tentara mengenai senjata-senjata yang ditampilkan termasuk tanya-tanya tentang "sniper" (penembak jitu). Kemudian tanya-tanya tentang budi daya lebah madu "Must Yoan Farm". Nonton anak-anak muda yang menampilkan "break dance" di depan Istana Isen Mulang. Sempat juga nonton "modern dance" competition di depan Batang Garing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"