Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Millennial Road Safety Festival di Palangka Raya

Pada hari Ahad, 10 Februari 2019, admin berjalan-jalan ke Bundaran Besar Palangka Raya. Dari Masjid Darussalam Palangka Raya, admin naik angkot jurusan pasar. Syukurnya angkot mau mengantar sampai Jalan Yos Sudarso melalui Jalan M.H. Thamrin.

Ketika menuju ke Bundaran Besar, mata admin tertuju pada salah satu rumah makan padang yang membuka lapak di Jalan Yos Sudarso. Admin menikmati makan pagi dengan ayam goreng ala masakan Padang. Sambil duduk diatas tikar diatas rumput, admin menikmati sarapan tersebut.

Sarapan dengan ayam goreng (masakan Padang)
Setelah itu admin berjalan menuju Bundaran Besar yang sudah ramai dengan berbagai macam kegiatan. Karena begitu banyaknya kegiatan yang berjalan secara serentak, kegiatan dipanggung utama tidak terlalu menjadi perhatian. Admin berkeliling ke tenda-tenda yang ada disekitar bundaran besar tersebut. Macam-macam hal yang disajikan dalam tenda-tenda tersebut mulai dari berbagai ramuan tradisional dayak sampai pameran mobil. 

Admin sempat mampir ke subdit narkoba Polda Kalteng melihat berbagai macam visualisasi narkoba. Setelah itu ngobrol dengan tentara mengenai senjata-senjata yang ditampilkan termasuk tanya-tanya tentang "sniper" (penembak jitu). Kemudian tanya-tanya tentang budi daya lebah madu "Must Yoan Farm". Nonton anak-anak muda yang menampilkan "break dance" di depan Istana Isen Mulang. Sempat juga nonton "modern dance" competition di depan Batang Garing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)