Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Millennial Road Safety Festival di Palangka Raya

Pada hari Ahad, 10 Februari 2019, admin berjalan-jalan ke Bundaran Besar Palangka Raya. Dari Masjid Darussalam Palangka Raya, admin naik angkot jurusan pasar. Syukurnya angkot mau mengantar sampai Jalan Yos Sudarso melalui Jalan M.H. Thamrin.

Ketika menuju ke Bundaran Besar, mata admin tertuju pada salah satu rumah makan padang yang membuka lapak di Jalan Yos Sudarso. Admin menikmati makan pagi dengan ayam goreng ala masakan Padang. Sambil duduk diatas tikar diatas rumput, admin menikmati sarapan tersebut.

Sarapan dengan ayam goreng (masakan Padang)
Setelah itu admin berjalan menuju Bundaran Besar yang sudah ramai dengan berbagai macam kegiatan. Karena begitu banyaknya kegiatan yang berjalan secara serentak, kegiatan dipanggung utama tidak terlalu menjadi perhatian. Admin berkeliling ke tenda-tenda yang ada disekitar bundaran besar tersebut. Macam-macam hal yang disajikan dalam tenda-tenda tersebut mulai dari berbagai ramuan tradisional dayak sampai pameran mobil. 

Admin sempat mampir ke subdit narkoba Polda Kalteng melihat berbagai macam visualisasi narkoba. Setelah itu ngobrol dengan tentara mengenai senjata-senjata yang ditampilkan termasuk tanya-tanya tentang "sniper" (penembak jitu). Kemudian tanya-tanya tentang budi daya lebah madu "Must Yoan Farm". Nonton anak-anak muda yang menampilkan "break dance" di depan Istana Isen Mulang. Sempat juga nonton "modern dance" competition di depan Batang Garing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"