Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Jalan-jalan ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang dibangun oleh Basel Mission



Pada hari Jum'at, 26 April 2019, admin menyempatkan diri kembali untuk mampir ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang lama. Bangunan yang ada di pinggir jalan beberapa tahun yang lalu sudah tidak ada lagi. Sekarang di lokasi tersebut sudah ditumbuhi dengan padi. 

Admin menelusuri ke dalam, meliput bangunan yang tersisa, mengobrol dengan Bapak Jack Risman yang menempati bekas rumah sakit tersebut. Beliau lebih banyak tahu tentang perjalanan Basel Mission di Kapuas.

Semoga pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten memberi perhatian untuk perbaikan situs bersejarah ini. Rumah sakit ini dibangun oleh Basel Mission atas masukan dari dr. Vischer. Diresmikan pada tahun 1931.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)