Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Jalan-jalan ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang dibangun oleh Basel Mission



Pada hari Jum'at, 26 April 2019, admin menyempatkan diri kembali untuk mampir ke Rumah Sakit Kuala Kapuas yang lama. Bangunan yang ada di pinggir jalan beberapa tahun yang lalu sudah tidak ada lagi. Sekarang di lokasi tersebut sudah ditumbuhi dengan padi. 

Admin menelusuri ke dalam, meliput bangunan yang tersisa, mengobrol dengan Bapak Jack Risman yang menempati bekas rumah sakit tersebut. Beliau lebih banyak tahu tentang perjalanan Basel Mission di Kapuas.

Semoga pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten memberi perhatian untuk perbaikan situs bersejarah ini. Rumah sakit ini dibangun oleh Basel Mission atas masukan dari dr. Vischer. Diresmikan pada tahun 1931.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas