Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

31 Mei - Hari Tanpa Tembakau Sedunia - World No Tobacco Day

 Tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun

Perokok memiliki kemungkinan 22 kali lebih banyak untuk menderita kanker paru-paru dalam kehidupan mereka dibandingkan dengan bukan perokok.

Anak-anak yang menghisap asap rokok dari orang lain memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita asma dan mengalami serangan asama yang lebih sering dan lebih berat.

1 dari 5 perokok akan menderita bronkitis kronik dan/atau emfisema dalam kehidupan mereka, menyebabkan kesulitan dalam bernapas.

Merokok melipatkangandakan risiko menderita penyakit tuberkulosis dan meningkatkan risiko meninggal akibat gagal napas.

Dalam waktu 2 minggu setelah berhenti merokok, fungsi paru meningkat. Sesudah 10 tahun, resiko kanker paru-paru menjadi setengah dari mereka yang merokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)