Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

31 Mei - Hari Tanpa Tembakau Sedunia - World No Tobacco Day

 Tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun

Perokok memiliki kemungkinan 22 kali lebih banyak untuk menderita kanker paru-paru dalam kehidupan mereka dibandingkan dengan bukan perokok.

Anak-anak yang menghisap asap rokok dari orang lain memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita asma dan mengalami serangan asama yang lebih sering dan lebih berat.

1 dari 5 perokok akan menderita bronkitis kronik dan/atau emfisema dalam kehidupan mereka, menyebabkan kesulitan dalam bernapas.

Merokok melipatkangandakan risiko menderita penyakit tuberkulosis dan meningkatkan risiko meninggal akibat gagal napas.

Dalam waktu 2 minggu setelah berhenti merokok, fungsi paru meningkat. Sesudah 10 tahun, resiko kanker paru-paru menjadi setengah dari mereka yang merokok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas