Pendidikan dan Gizi: Peran Penting Makanan di Sekolah untuk Pembelajaran dan Kesetaraan

Gambar
  Bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di sekitar kita, makanan bergizi yang mereka santap di sekolah seringkali menjadi penentu; antara masuk kelas atau tinggal di rumah, antara berhasil lulus ujian atau tertinggal pelajaran. Program makan di sekolah telah terbukti menjadi salah satu investasi paling praktis dan efektif yang dapat dilakukan sebuah negara untuk meningkatkan kehadiran siswa, memperkuat hasil belajar, dan memajukan kesetaraan, terutama di tengah situasi krisis. Artikel ini diadaptasi dari tulisan Anna Horner, Koordinator Senior UN-Nutrition, dan Alexandra Newlands, Kepala Jaringan Masyarakat Sipil SUN (Scaling Up Nutrition). Dalam tulisan mereka, ditekankan bagaimana program makanan di sekolah menjadi contoh nyata bahwa gizi dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar dari Filipina dan Brazil Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) telah menunjukkan kekuatan kolaborasi untuk mengubah konsep integrasi menjadi aksi nyata. Pada Oktober 2025, per...

Arba'in Nawawi - Hadits ke-19 - Ustadz Suriani Jiddy, Lc (5)




Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk, 67: 2)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. Al-Ankabut, 29: 2-3)

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Q.S. Muhammad, 47: 31)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 155)

Dalam 2: 155 ada 5 ujian kehidupan yang Allah berikan kepada manusia.

  1. Takut. Takut terhadap musuh serta kengerian dan kepanikan di medan perang.
  2. Lapar. Kelaparan yang disebabkan kekeringan dan hilangnya sumber-sumber air.
  3. Kekurangan harta karena kesibukan kaum Muslimin memerangi orang-orang kafir
  4. Kekurangan jiwa disebabkan banyaknya kaum Muslimin yang mati terbutunuh di medan jihad
  5. Kekurangan buah-buahan
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Anbiya, 21: 35)

Ujian dengan kesenangan ini jauh lebih berat daripada ujian dengan kesusahan. 

Kalau mendapatkan musibah kita sering minta dido'akan agar sabar. Tapi kita jarang minta dido'akan untuk sabar ketika mendapatkan kenikmatan.

Sebab terjadinya musibah:

Dosa dan maksiat yang kita lakukan. Termasuk diantaranya adalah penguasa yang zalim. Ibnu Abbas mengatakan: Bila Allah ridho dengan suatu kaum, Allah berikan kepada mereka pemimpin yang shalih. Bila Allah murka dengan suatu kaum maka Allah akan memberikan kepada mereka pemimpin yang zalim. Orang liberal tidak mengakui dosa sebagai penyebab musibah. Maksiat dan dosa dalam pemahaman mereka tidak termasuk ilmu. Menurut mereka sumber ilmu itu dua: logika/akal dan indera. 

Kaum Muslimin meyakini bahwa salah satu sumber ilmu adalah wahyu. Jadi tidak hanya akal dan indera. 

Jadi kalau orang Liberal ditanya bagaimana cara menghindari musibah, mereka tidak punya solusi. Misalnya bagaimana cara menghindari agar gunung tersebut tidak meletus. Kalau kaum Muslimin punya solusi: jauhi musibah. 

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (Q.S. An-Nisa, 4: 79)

 Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Ruum, 30: 41)

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Q.S. Asy-Syura, 42: 30)

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatann (Q.S. Al-A'raaf, 7: 96)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas