Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Kenikmatan hidup di dunia - Nouman Ali Khan


Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (Q.S. Asy-Syura, 42: 36-37)
Ramadhan mengajarkan kepada kita tentang bagaimana sedikitnya waktu yang kita miliki untuk mengejar target utama. Ayat diatas mengajarkan kepada kita tentang tujuan utama kita.

Kalau kita membaca buku terlalu dekat, kita tidak akan bisa melihat apa-apa. Tapi bila kita meletakkannya pada jarak baca, maka kita akan bisa membaca apa yang tertulis dalam buku tersebut. Begitu juga dengan kehidupan kita.

Apapun yang Allah berikan kepada kita baik berupa pakaian, uang, tubuh, kesehatan, pekerjaan, keluarga, teman, mobil, pengalaman (baik dan buruk), kejadian, dan lain-lain adalah apa yang Allah berikut untuk kehidupan yang paling rendah. "dunya" adalah "arabic feminin" for "adna" - yang paling rendah. Allah menciptakan kita di surga. Kita diturunkan ke dunia. Kita akan kembali ke surga. Kita harus menjadikan segala yang kita lakukan untuk mengembalikan kita ke surga.

Ketika Rasulullah melihat orang yang sakit, beliau memotivasinya untuk menjadikan sakitnya sebagai salah satu cara untuk membersihkan dosanya.

Contoh: orang yang disuruh menggali sedalam 5 meter yang berisi uang 50 ribu rupiah dan 50 milyar.

Apa yang ada disisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Bandingkan dengan apa yang ada didunia yang memburuk dan usianya tidak lama.

Contoh: orang miskin yang tahu bahwa dalam waktu satu bulan di akan jadi kaya, dia akan menghadapi kehidupan satu bulannya, tanpa terlalu memikirkannya.

Manusis diciptakan bersifat tergesa-gesa. Allah menawarkan sesuatu yang tidak segera. Setan menawarkan sesuatu sekarang.

Dalam ayat-ayat berikutnya Allah menjelaskan karakteristik orang-orang yang demikian. Diantaranya:

  • Mereka menjauhi dosa-dosa besar
  • Mereka menjauhi perbuatan keji
  • Bila mereka marah, mereka memaafkan

Komentar

  1. izin share ya admin :)
    f*a*n*s*b*e*t*t*i*n*g aman dan terpercaya
    buruan daftar, main dan menangkan
    WA : +855 963156245 :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)