Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Evaluasi Tim Gerak Cepat Kesehatan KLB Keracunan Pangan Dadahup

Pada hari Rabu, 21 Agustus 2019 bertempat di aula Dinas Kesehatan Kapuas dilaksanakan evaluasi Tim Gerak Cepat kesehatan dalam penanganan keracunan pangan yang terjadi di Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas pada hari Ahad, 18 Agustus 2019 yang lalu.

Dalam pertemuan ini disajikan hasil penelitian epidemiologi oleh tim surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Pertemuan ini juga menerima berbagai masukan terkait penanganan KLB keracunan pangan tersebut. Semua masukan ini akan digunakan untuk memperbaiki penanganan KLB selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)