Senin, 02 September 2019

Hubungan antara perut dan otak


Hubungan antara perut dan otak bukan sesuatu yang bersifat khayalan; hal ini dapat mengaitkan antara kecemasan dan masalah perut dan sebaliknya. Pernah merasakan "usus seperti disayat-sayat"? Apakah ada situasi tertentu yang membuat anda "merasa mual"? Pernahkan anda merasa ada "kupu-kupu" di perut anda?  Kita memiliki alasan untuk menggunakan ungkapan ini. Saluran pencernaan sensitif terhadap emosi. Marah, cemas, sedih, kegembiraan - semua perasaan ini (dan perasaan-perasaan lain) dapat mencetuskan gejala pada perut. 

Otak memiliki efek langsung pada perut dan usus. Contohnya, memikirkan tentang makan dapat mengeluarkan getah lambung sebelum makanan tiba. Hubungan ini berlangsung dua arah. Usus yang bermasalah dapat mengirim sinyal ke otak, sebagaimana otak yang bermasalah dapat mengirimkan sinyal ke perut. Oleh karena itu, perut seseorang atau masalah usus dapat menjadi penyebab atau hasil dari kecemasan, stres atau depresi. Hal ini terjadi karena sistem otak dan saluran pencernaan berhubungan erat. 

Hal ini dapat dilihat pada kasus dimasa seseorang mengalami masalah saluran pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas. Untuk gangguan saluran pencernaan yang demikian, sulit untuk mencoba menyembuhkan perut yang bermasalah tanpa mempertimbangkan peran stres dan emosi. 

Kesehatan perut dan kecemasan

Mengingat eratnya interaksi antara perut dan otak, membuat kita mudah untuk memahami mengapa anda merasa mual sebelum memberi presentasi, atau merasa nyeri usus selama stres. Meskipun demikian, itu tidak berarti bahwa kondisi fungsional saluran pencernaan dibayangkan atau "semuanya dalam kepala anda." Psikologi dikombinasikan dengan faktor fisik untuk menyebabkan nyeri dan gejala usus lainnya. Faktor psikososial mempengaruhi fisiologi aktual dari perut, sebagaimana juga gejalanya. Dengan kata lain, stres (atau depresi atau faktor psikologis lainnya) dapat menyebabkan gerakan dan kontraksi dari saluran pencernaan, membuat peradangan memburuk, atau membuat anda lebih rentan terhadap infeksi. 

Sebagai tambahan, penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang dengan gangguan saluran pencernaan fungsional merasakan nyeri lebih akut dibandingkan dengan orang lain karena otak mereka lebih responsif terhadap sinyal nyeri dari saluran pencernaan. Stres dapat membuat nyeri yang sudah ada menjadi lebih buruk. 

Berdasarkan pada pengamatan ini, anda mungkin mengharapkan bahwa paling tidak sebagian pasien dengan kondisi saluran pencernaan fungsional mungkin membaik dengan terapi untuk mengurangi stres atau terapi cemas atau depresi. Dan tentu saja, tinjauan terhadap 13 penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mencoba pendekatan berbasis psikologi memiliki perbaikan yang lebih besar dalam gejala pencernaan mereka dibandingkan dengan pasien yang hanya menerima terapi pengobatan konvensional. 

Hubungan antara perut dan otak, kecemasan dan pencernaan  

Apakah masalah perut atau usus anda - seperti nyeri di ulu hati, keram perut, atau tinja cair - berkaitan dengan stres? Perhatikan gejala-gejala stress berikut ini dan diskusikan dengan dokter anda. Bersama dokter anda dapat menyusun strategi untuk membantu anda berhadapan dengan stresor dalam kehidupan anda, dan juga meringankan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan anda. 
Gejala-gejala fisik
  • Otot kaku atau tegang, terutama pada leher dan bahu
  • Sakit kepala
  • Masalah tidur
  • Bergetar atau tremor
  • Kehilangan keinginan terhadap seks
  • Penurunan atau peningkatan berat badan
  • Tidak bisa diam
Gejala-gejala perilaku

  • Menunda-nunda waktu
  • Mengunyah gigi
  • Kesulitan mengerjakan tugas kantor
  • Perubahan dalam makanan yang anda konsumsi
  • Merokok, atau merokok lebih banyak daripada biasanya
  • Meningkatnya keinginan untuk bersama atau menjauh dari orang lain
  • Seringkali berbicara tentang situasi yang penuh dengan kecemasan
Gejala-gejala emosional
  • Menangis
  • Merasa kewalahan dengan ketegangan atau tekanan
  • Kesulitan untuk rileks
  • Gugup
  • Mudah marah
  • Depresi
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kesulitan untuk mengingat sesuatu
  • Kehilangan rasa humor
  • Penuh dengan keragu-raguan
Sumber: HEALTHbeat 30 Agustus 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!