The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Shalat Minta Hujan (Istisqa) di Kuala Kapuas

Shalat Istisqa di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah
Pada hari Kamis, 19 September 2019 bertempat di halaman Masjid Al-Mukarram Amanah, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan kegiatan Shalat Istisqa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kapuas. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas. Shalat Istisqa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, K.H. Ahmad Fauzi. Khutbah Shalat Istisqa disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kapuas, K.H. Nurani Sarji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas