Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Shalat Minta Hujan (Istisqa) di Kuala Kapuas

Shalat Istisqa di Masjid Agung Al-Mukarram Amanah
Pada hari Kamis, 19 September 2019 bertempat di halaman Masjid Al-Mukarram Amanah, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah dilaksanakan kegiatan Shalat Istisqa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kapuas. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kapuas. Shalat Istisqa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Al-Mukarram Amanah, K.H. Ahmad Fauzi. Khutbah Shalat Istisqa disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kapuas, K.H. Nurani Sarji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan