The Salahuddin Generation (Serial 2) Perang Salib Pertama: Mengapa yang Runtuh Duluan Justru Kita?

Gambar
  Dalam Episode 2, Dr. Hassan Elwan mengajukan tesis yang “menyakitkan” tetapi penting: Yerusalem tidak jatuh pertama kali karena pasukan Salib lebih kuat atau lebih banyak—melainkan karena sesuatu di internal dunia Muslim sudah runtuh terlebih dahulu. Episode ini menelusuri Perang Salib Pertama dari mobilisasi Eropa, Nicaea, Dorylaeum, Antioch, Ma‘arra, hingga pembantaian Yerusalem tahun 1099—lalu menutupnya dengan pertanyaan tajam: mengapa orang-orang yang tulus terus kalah? 1) Kekuatan Paus dan mesin mobilisasi Eropa Dr. Hassan membuka dengan menjelaskan konteks Eropa abad pertengahan: meski terpecah secara politik, ada satu figur yang sangat dominan, yakni Paus —dipandang sebagai “otoritas tertinggi” yang ditaati, bahkan oleh para penguasa. Dari sinilah Perang Salib dipantik melalui seruan Paus Urban II di Clermont: gabungan retorika agama + janji keuntungan duniawi (tanah subur, harta, “milk and honey”). Intinya: mereka tidak hanya “marah”—mereka terorganisasi . 2) ...

"Sunday Market" di Bundaran Besar Palangka Raya

Pagi ini, Ahad, 27 Oktober 2019, saya berjalan dari Wisma Thamrin 11 Palangka Raya ke Bundaran Besar. Saya mengambil rute memutar dari Jalan Thamrin ke G. Obos lalu ke Imam Bonjol kemudian masuk ke Yos Sudarso.

Target hari ini adalah mencari teh hangat. Biasanya saya makan nasi padang dengan rendang di "Sunday market" ini, tapi karena sudah makan di wisma, disini cari minuman saja.

Saat menunggu minuman disiapkan, saya melihat bayi di "baby walker" (kereta bayi) sedang diajak bicara oleh saudaranya. Sang bayi senang diajak bicara, sesekali dia menimpali ucapan saudaranya dengan senyuman bayi yang manis. Saya tanya sama ibunya berapa bulan usia anaknya. Beliau bilang dua bulan. Ini merupakan anak pertama. Sang ayah sedang asyik menikmati makanan pesanan mereka.


Di jalan saya melihat ada beberapa anak yang sedang bermain pasir berwarna yang diletakkan dalam kotak-kotak pembatas. Di masing-masing kotak itu ada sekopnya. Kemudian ada berbagai macam cetakan yang bisa digunakan bersama. Sang anak asyik bermain dan para orang tua menunggu dengan sabar di belakang mereka. Ada orang tua yang mengajak anaknya bermain pasir bersama. Ada orang tua yang memberikan minuman pada anaknya menggunakan sedotan sambil mereka bermain. Tampak wajah kebahagiaan pada wajah mereka.

Ada juga anak yang bermain pancing memancing. Ekspresi sang anak sangat alami sehingga sangat bagus kalau direkam videonya.

Ada istri yang menyuapi suaminya es krim. Ada anak yang gembira karena ayahny membelikan balon dengan bentuk boneka. Ada anak yang ketika jatuh, keluarganya langsung mengalihkan perhatiannya agar tidak menangis, tapi dia tidak mau jalan lagi dan akhirnya digendong. Ada kakek, nenek sedang duduk sama  cucunya.

Saat melihat ekspresi kebahagiaan di wajah para keluarga yang berada disini, nampaknya sedikit keluarga yang mengalami masalah serius dalam keluarga mereka. 

Semoga suasana rileks dan santai yang dirasakan oleh para keluarga di "Sunday market" ini akan berdampak positif dalam pekerjaan mereka pada keesokan harinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas