Rabu, 22 Januari 2020

Pentingnya olahraga bila Anda penyandang diabetes


Bagi penyandang diabetes - atau hampir bagi setiap penyakit-penyakit lain, manfaat olahraga tidak dapat diabaikan. Olahraga membantu mengontrol berat badan, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol LDL yang berbahaya dan trigliserida, meningkatkan kolesterol HDL yang menyehatkan, memperkuat otot dan tulang, mengurangi kecemasan, dan memperbaiki kondisi umum Anda. Manfaat tambahan bagi penyandang diabetes: olahraga menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, menghambat resistensi insulin.

Berbagai penelitian menunjukkan hal ini dan manfaat lain dari olahrga. Berikut ini adalah beberapa sorotan bagi hasil-hasil itu:

For people who have diabetes—or almost any other disease, for that matter—the benefits of exercise can't be overstated. Exercise helps control weight, lower blood pressure, lower harmful LDL cholesterol and triglycerides, raise healthy HDL cholesterol, strengthen muscles and bones, reduce anxiety, and improve your general well-being. There are added benefits for people with diabetes: exercise lowers blood glucose levels and boosts your body's sensitivity to insulin, countering insulin resistance.
Many studies underscore these and other benefits from exercise. Following are some highlights of those results:
  • Olahraga menurunkan nilai HbA1c sebanyak 0,7 persen poin pada orang dari berbagai kelompok etnis dengan diabetes yang meminum berbagai obat dan mengikuti berbagai diet dan perbaikan ini terjadi meskipun mereka tidak kehilangan berat badan.
  • Semua bentuk olahraga - aerobik, daya tahan, atau keduanya (olahraga kombinasi) - sama-sama baik dalam menurunkan nilai HbA1c pada orang dengan diabetes. 
  • Latihan ketahanan dan olahraga aerobik, keduanya membantu menurunkan resistensi insulin pada orang tua yang dulunya jarang bergerak dengan kegemukan perut yang berisiko diabetes. Mengkombinasikan dua jenis olahraga terbukti lebih bermanfaat dibandingkan dengan melakukan salah satunya.
  • Orang dengan diabetes yang berjalan paling tidak dua jam setiap minggu lebih kecil kemungkinanannya untuk meninggal karena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga, dan mereka yang berolahraga tiga sampai empat jam seminggu memotong risiko mereka lebih besar.
  • Wanita dengan diabetes yang menggunakan waktu empat jam semingu melakukan olahraga sedang (termasuk berjalan) atau olahraga yang bertenaga memiliki risiko lebih rendah sebanyak 40% menderita penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga. Manfaat ini bertahan meskipun sesudah peneliti menyesuaikan dengan faktor yang membingungkan, meliputi Indeks Masa Tubuh, merokok dan faktor risiko penyakit jantung lainnya.
Secara umum, waktu terbaik untuk berolahrga adalah satu sampai tiga jam sesudah makan, saat kadar gula darah anda sedang tinggi. Jika anda menggunakan insulin, penting untuk memeriksa gula darah Anda sebelum berolahraga. Jika kadar sebelum berolahraga dibawah 100 mg/dL, maka sepotong buah atau makan snack akan meningkatkan kadar gula dan membantu Anda menghindari rendahnya kadar gula dalam darah. Periksa alagi 30 menit kemudian akan menunjukkan apakah kadar gula darah Anda stabil. Juga merupakan ide yang baik untuk memeriksa gula darah Anda sesudah latihan atau aktivitas yang melelahkan. Jika Anda menggunakan insulin, risiko Anda mengalami rendahnya kadar gula darah darah mungkin pada enam sampai 12 jam sesudah olahraga. Para ahli juga memberi peringatan terhadap olahraga jika gula darah Anda terlalu tinggi (diatas 250), karena olahraga kadang-kadang dapat meningkatkan gula darah.

Karena bahaya yang terkait dengan diabetes, selalu gunakan gelang peringatan medis yang mengindikasikan bahwa Anda penyandang diabetes dan apakah Anda menggunakan insulin. Juga simpan permen atau tablet glukosa dengan Anda saat olah raga, sewaktu-waktu gula darah anda turun dengan drastis. 

Sumber: HEALTHbeat 23 November 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!