Sabtu, 14 Maret 2020

Makna dan Metode Dakwah - Ustadz Suriani Jiddy, Lc






Interaksi dengan Qur’an: membaca, memahami, mengamalkan dan mendakwahkan Qur’an

Mengamalkan Qur’an: panutan, jalan hidup, sumber hukum, aturan dakwah, memberi perhatian terhadap apa-apa yang menjadi perhatian Qur’an.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab, 33: 21)

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran, 3: 31)

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. (Q.S. Al-Maidah, 5: 15)

Menjadikan Qur’an sebagai jalan hidup

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Q.S. Al-Maidah, 5: 16)

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Q.S. Ta-Ha, 20: 123)

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". (Q.S. Ta-Ha, 20: 124-126)

Menjadikan Qur’an sebagai aturan dakwah

Seringkali dakwah diartikan sebagai ceramah, tabligh akbar atau khutbah Jum’at atau pengajian seperti ini. Dakwah memiliki makna yang luas. Sesuai dengan makna bahasa berarti mengajak, memanggil, menyeru. Dakwah menurut istilah agama: mengajak manusia dari asalnya tidak mengerti (bodoh, jahil) menjadi mengerti. Dari sesat menuju hidayah. Mengajak orang yang berbuat maksiat supaya meninggalkan perbuatan tersebut. Dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja. Dakwah itu bukan hanya tugas ulama, tuan guru, kyai.

Sa’id Hawwa pernah mengatakan: setiap kita bisa menjadi guru bagi orang lain. Misalnya kita mengajari orang yang tidak bisa membaca Qur’an. Mengajarkan orang membaca Al-Fatihah. Dakwah bukan pekerjaan yang susah untuk dilakukan.

Pesan Rasulullah: sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat.

Rasulullah berpesan pada kita: sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Ulama mengatakan bahwa dakwah adalah ibadah. Setiap ibadah ada pedomannya. Ibadah itu ada syaratnya agar diterima dan bernilai ibadah.

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (Q.S. Yusuf, 12: 108)

·         Perintah Allah kepada Nabi Muhammad bahwa inilah jalanku (Qur’an, Islam, semua yang datang dari Rasulullah), aku berdakwah kepada Allah.

Kaidah penting dalam dakwah: kita berdakwah kepada Allah, berdakwah kepada Islam, bukan kepada yang lain. Dakwah dilakukan kepada Islam. Dakwah tidak boleh ditujukan pada kelompok atau partai tertentu. Dakwah kepada Al-Qur’an, Sunnah SAW. Kita tidak boleh mengajak orang untuk memuja orang tertentu.

Yayasan, lembaga, partai adalah sarana, bukan tujuan. Sebagian orang tidak bisa membedakan sarana dan tujuan. Kalau kita menjadikan lembaga sebagai tujuan, maka kita akan menumbuhkan sifat fanatisme yang berhubungan dengan lembaga.

Apalagi kalau sampai mengatakan bahwa hanya kelompoknya yang masuk surga, atau kelompoknya yang paling benar.

Salah satu penyebab perpecahan dalam Islam adalah fanatik pada tokoh, ormas, lembaga, partai. Jangan sampai saling membid’ahkan, mengkafirkan.

Makna ‘ala bashiiratin’ (berdasarkan bashirah). Bashirah diartikan sebagai hujah yang nyata. Mantan Mufti Saudi, Utsaimin, arti bashirah adalah ilmu / mengetahui cara menyampaikan dakwah kepada manusia; mengetahui kondisi obyek dakwah; mengetahui kondisi manusia yang dakwah itu akan disampaikan kepada mereka. Kita harus memiliki ilmu tentang apa yang akan kita dakwahkan.
Faakidu syai laa yu’thi – orang yang tidak memiliki sesuatu tidak bisa memberi.

Orang yang ingin menyampaikan sesuatu harus memiliki pengetahuan terhadap sesuatu tersebut. Kita bisa mengajarkan satu ilmu yang kita miliki yang orang tidak punya. Misalnya mengajarkan Qur’an kepada orang yang tidak mengetahuinya. Mengajarkan tata cara shalat.

Dakwah tidak boleh hanya dengan modal semangat. Dakwah yang dilakukan tanpa dasar ilmu lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Kita harus memiliki ilmu tentang Islam yang kita dakwahkan.

Kita tidak harus mengetahui semua ilmu. Kita sampaikan ilmu yang sudah kita miliki. Jangan beralasan tidak mau berdakwah hanya karena tidak mondok, tidak tahu bahaa Arab.

Metode dakwah juga disebut dalam Qur’an: dakwah harus kepada Allah, tidak boleh kepada yang lain. Dakwah harus disampaikan dengan:

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Q.S. An-An'am, 6: 125)

Hikmah itu artinya sunnah. Hikmah artinya bijaksana, ilmu, menempatkan suatu pada tempatnya, menyesuaikan diri, profesional (tidak asal-asalan).

Dakwah itu dengan nasehat yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!