Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Pengalaman diambil swab untuk pemeriksaan COVID-19

Sebagai petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit dan pernah beberapa kali menangani jenazah-jenazah pasien COVID-19, admin diminta untuk diperiksa status COVID-19-nya apakah positif atau negatif.

Pada hari Rabu, 27 Mei 2020 bersama dengan petugas kesehatan yang lain, admin mengikuti pengambilan swab di Ruang Dahli, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. 
  • Kami diminta untuk mengisi formulir yang berisikan identitas
  • Kami antri untuk pemeriksaan
  • Saat nama saya dipanggil, saya masuk ruang tunggu. Di ruang tersebut saya bila melihat dari balik plastik tebal pasien lain yang sedang diambil swab-nya. Pasien tersebut diminta untuk menengadahkan kepalanya sehingga lidi swab bisa mudah masuk ke dalam hidung. Setelah memasukkan lidi swab ke lubang hidung yang satu, dimasukkan lagi ke lubang hidung yang lain. Setelah itu menggunakan lidi swab berbeda dilakukan pengambilan sampel untuk tenggorokan.
  • Ketika saya diminta masuk, saya duduk di kursi periksa dan saya langsung menengadahkan kepala ke atas sehingga mudah bagi dokternya untuk memasukkan lidinya ke dalam hidung saya. Ketika ujung lidi tersebut menyentuh bagian dalam hidung saya, kemudian diputar, "pedes" rasanya. Setelah dari satu hidung ke hidung yang lain.
  • Untuk swab tenggorokan hampir tidak terasa.
Menurut keterangan dokter yang memeriksa, reaksi masing-masing orang berbeda-beda terhadap prosedur yang dilakukan tersebut. 

Memang ketika saya menunggu diluar, teman-teman yang diperiksa, menunjukkan mimik yang berbeda-beda saat selesai diperiksa, ada yang biasa saja, ada yang batuk-batuk, ada yang berlinang air mata, ada yang pura-pura menangis biar yang lain merasa kaget.

Tadi ada anak kecil yang ikut diperiksa dan waktu ditanya kepada orang tuanya, anaknya tidak menangis waktu diperiksa. Anak tersebut dipegang dengan cara memegang anak bila akan dilakukan pemeriksaan THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan), cara memegang yang khusus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)