Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Tafsir Qur'an melalui astronomi


Video diatas menjelaskan bahwa sampai saat ini belum bisa dibuktikan bahwa ada kehidupan seperti manusia di luar angkasa.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh manusia untuk mencari tahu kemungkinan adanya makhluk cerdas di luar angkasa. Namun berbagai upaya tersebut masih menemui jalan buntu. Karena sampai sekarang mereka masih belum bisa menemukan bukti keberadaan makhluk cerdas tersebut.

Kenyataan ini membuat apa yang disampaikan oleh Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 29:

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Sampai sekarang para ahli astronomi masih belum bisa menemukan planet yang memiliki karakteristik seperti bumi yang memungkinkan kehidupan untuk berlangsung diatasnya.


Video diatas merujuk pada buku "Rare Earth: Why Complex Life is Uncommon in the Universe". Ketika saya baca buku ini, makin jelas bahwa bumi ini memang diperuntukkan bagi manusia. Kita harusnya merasa bangga karena kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Q.S. Al-Isra, 17: 70)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)