The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Berpartisipasi dalam pemungutan suara pemililhan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2020

 


Kami mendapatkan surat suara pada hari Selasa, 8 Desember 2020. Giliran kami untuk ke TPS adalah pada pukul 08.00 - 09.00 WIB. Pada hari Rabu, 9 Desember 2020, pada pukul 8 lewat kami berangkat ke TPS. Di TPS kami cuci tangan dulu. Setelah itu kami dikasih sarung tangan plastik dan diperiksa suhu. Setelah itu kami dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian kami dipanggil, kemudian menandatangani daftar hadir, mengambil surat suara kemudian memilih calon gubernur dan wakil gubernur di bilik suara dan memasukkannya di kotak suara. Setelah itu kami ditandai kukunya dengan tinta. Setelah itu kami mencuci tangan lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas