Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

Setahun bersama COVID-19

 Hari ini admin tertarik dengan judul dari Updates on the COVID-19 pandemic from the Johns Hopkins Center for Health Security tanggal 30 Desember 2020: A Year with COVID-19.

Email bercerita tentang bagaimana perjalanan COVID-19 selama tahun 2020. Tulisan ini mencantumkan lini waktu perjalanan COVID-19 selama enam bulan terakhir.

Yang menarik dari email tersebut adalah bagaimana upaya yang dilakukan oleh berbagai negara untuk mengatasi COVID-19 ini. Negara-negara yang ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan berhasil menjaga agar kasus COVID-19 di negara mereka tetap rendah. Namun negara-negara yang pada awalnya menerapkan "lock down" kemudian melonggarkan restriksi mereka, justru mengalami peningkatan kasus lagi.

Parahnya, peningkatan kasus pada beberapa negara setelah mereka melonggarkan protokol kesehatan justru lebih tinggi dari gelombang awal. Malah kasus-kasus baru mulai mengenai generasi muda. Bahkan sebagian ahli ada yang mendukung agar mereka yang berisiko rendah seperti anak muda, agar tetap beraktivitas dan menyebarkan virus tersebut di kalangan masyarakat sehingga muncul "herd immunity" (contohnya Great Barrington Declaration).

Upaya ini dilawan oleh para ahli yang tidak setuju dengan pendapat tersebut dengan membuat John Snow Memorandum. Memorandum ini mendukung penerapan protokol kesehatan yang sudah disepakati selama ini yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap di rumah bila sakit.

Saat ini para ahli masih meneliti efek jangka panjang dari COVID-19. Hal ini masih terus diteliti mengingat makin banyak orang yang menderita penyakit ini dan kesulitan dalam membedakan apakah ini pengaruh dari COVID-19 atau penyebab-penyebab lain.

Keberadaan vaksin juga disinggung. Meskipun sudah banyak negara yang memberikan izin untuk pemanfaatan vaksin, namun ketersediaan vaksin di seluruh dunia masih memerlukan waktu yang cukup lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas