Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Setahun bersama COVID-19

 Hari ini admin tertarik dengan judul dari Updates on the COVID-19 pandemic from the Johns Hopkins Center for Health Security tanggal 30 Desember 2020: A Year with COVID-19.

Email bercerita tentang bagaimana perjalanan COVID-19 selama tahun 2020. Tulisan ini mencantumkan lini waktu perjalanan COVID-19 selama enam bulan terakhir.

Yang menarik dari email tersebut adalah bagaimana upaya yang dilakukan oleh berbagai negara untuk mengatasi COVID-19 ini. Negara-negara yang ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan berhasil menjaga agar kasus COVID-19 di negara mereka tetap rendah. Namun negara-negara yang pada awalnya menerapkan "lock down" kemudian melonggarkan restriksi mereka, justru mengalami peningkatan kasus lagi.

Parahnya, peningkatan kasus pada beberapa negara setelah mereka melonggarkan protokol kesehatan justru lebih tinggi dari gelombang awal. Malah kasus-kasus baru mulai mengenai generasi muda. Bahkan sebagian ahli ada yang mendukung agar mereka yang berisiko rendah seperti anak muda, agar tetap beraktivitas dan menyebarkan virus tersebut di kalangan masyarakat sehingga muncul "herd immunity" (contohnya Great Barrington Declaration).

Upaya ini dilawan oleh para ahli yang tidak setuju dengan pendapat tersebut dengan membuat John Snow Memorandum. Memorandum ini mendukung penerapan protokol kesehatan yang sudah disepakati selama ini yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap di rumah bila sakit.

Saat ini para ahli masih meneliti efek jangka panjang dari COVID-19. Hal ini masih terus diteliti mengingat makin banyak orang yang menderita penyakit ini dan kesulitan dalam membedakan apakah ini pengaruh dari COVID-19 atau penyebab-penyebab lain.

Keberadaan vaksin juga disinggung. Meskipun sudah banyak negara yang memberikan izin untuk pemanfaatan vaksin, namun ketersediaan vaksin di seluruh dunia masih memerlukan waktu yang cukup lama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)