Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Mampukah manusia mengendalikan cuaca

Saat melihat derasnya hujan yang turun dari langit,  saya teringat dengan salah satu pertanyaan di Quora tentang kemampuan manusia mengendalikan cuaca.

Bila melihat pengalaman kebakaran hutan di Kalimantan Tengah, maka kita melihat contoh yang sangat jelas. Bagaimana sulitnya manusia untuk membawa air dari bumi ke langit. Perlu biaya miliaran rupiah untuk menyewa helikopter untuk membawa air dari Sungai Kahayan di Palangka Raya ke Tumbang Nusa yang sedang mengalami kebakaran lahan dan hutan.

Jadi kalau untuk urusan sederhana saja kita tidak bisa melakukannya, apalagi mau menandingin kemampuan Allah dalam memindahkan air dari bumi ke langit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)