Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Apa yang Anda tidak ketahui tentang perusahaan rokok adalah "membunuh kita"

 Jika Anda pikir Anda mengetahui bahaya rokok, pikir lagi. Industri rokok membeli jalan mereka untuk masuk ke dalam kehidupan kita, 

  • mulai dari politik sampai budaya populer, 
  • membiayai "think tank", dan kelompok garis depan untuk mendorong sains yang cacat,
  • mengeksploitasi petani
  • merusak lingkungan
semuanya untuk keuntungan. 
  • membuat orang tetap ketagihan
karena mereka perlu pelanggan baru untuk mengganti mereka yang sudah mati. 

Anda tidak perlu merokok untuk dirugikan oleh industri rokok.

Apa yang Anda tidak ketahui tentang perusahaan rokok adalah "membunuh kita"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas