Setengah jalan menuju 1000 orang @knowyourlemons

Gambar
  Setelah mengajar belasan kelas, akhirnya lebih dari 500 orang sudah mendapatkan informasi terkait deteksi dini kanker payudara menggunakan metode "Know Your Lemons".  Sejak kegiatan penyuluhan di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021, sudah mulai digunakan kartu pos yang berisi 12 tanda / gejala kanker payudara dalam bahasa Indonesia. Pencapaian diatas sangat terbantu dengan adanya kegiatan pembentukan Dharma Wanita Persatuan di seluruh kecamatan di Kabupaten Kapuas dimana saya memberi penyuluhan di dalamnya terkait deteksi dini kanker payudara. Diharapkan ke depan, berbagai kegiatan yasinan, siswi sekolah menengah tingkat atas serta karyawati perusahaan dapat dijangkau. @knowyourlemons

Chatbot dan Google



Ketika kecerdasan artifisial (Artificial Intellegence) kembali muncul setelah bertahun-tahun tidak tampil, layanan "chatbot" tersedia di berbagai situs web. Sejak dulu saya selalu memanfaatkan chatbot tersebut untuk mencari tahu informasi yang saya inginkan. Sayang sekali, saat pertama kali mengajukan pertanyaan, chatbot tersebut sudah kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Semakin banyak pertanyaan yang diajukan, makin bingung dia untuk menjawabnya.

Saat saya menggunakan Vira (http://vaxchat.org/), dia tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana saya: When Pfizer will be available in Indonesia. Saat itu saya langsung teringat dengan Google. Kalau kita mengetik sesuatu di Google, maka paling tidak ada hasil yang bisa dia berikan, beda sekali dengan chatbot. Jadi kalau dibandingkan dengan chatbot, maka Google adalah chatbot raksasa.

Dalam kenyataannya dari beberapa situs yang saya kunjungi, chatbot jarang berumur panjang. Ini menunjukkan bahwa manusia itu sangat beragam sekali isi otaknya, sehingga sebuah chatbot yang sangat sederhana belum mampu untuk menjawab pertanyaannya. Itulah sebabnya saya pernah bertanya kepada pembuat chatbot, apakah chatbot ini bisa diajar, sehingga makin lama makin pintar seperti Asisten Google. Mereka jawab bisa.

Meskipun demikian, kita tidak perlu merasa putus asa dengan chatbot, karena dengan berkembangnya NLP, maka makin lama chatbot ini akan makin pintar, jadi kelak dia akan bisa menyamai Google Asisten. Tidak ada satu produk yang langsung sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Surat Al-Baqarah ayat 21, 23-24 Day 9