Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Zoom, Google Meet dan Skype

 

Zoom sebagai platform pertemuan daring sudah dimulai sejak tahun 2013, namun baru mendapatkan kesempatannya untuk melejit pada tahun 2020, saat pandemi dimulai. Orang yang tinggal di rumah karena lockdown memanfaatkan Zoom untuk melakukan berbagai aktivitas secara daring, mulai dari pertemuan keluarga, rapat, webinar sampai konferensi dan berbagai pertemuan yang berskala internasional. 

Dibandingkan dengan platform lain yang sudah ada pada saat itu seperti Microsoft Team, Google Meet, dan Skype, Zoom lebih mudah digunakan dan lebih ringan. Saya ingat saat pertama kali menggunakan Google Meet, bila pesertanya sudah lebih dari empat orang, maka mulai timbul masalah pada suara. Lain halnya dengan Microsoft Team, yang untuk membukanya saja memerlukan waktu yang lama, begitu juga dengan Skype. Jadi wajar kalau sejak dulu mereka tidak pernah menjadi pemain yang dominan.

Diantara para pesaing Zoom, saya melihat Google Meet yang paling cepat untuk berubah. Aplikasi ini terus meningkatkan jumlah orang yang bisa dilibatkan dalam pertemuan daringnya. Dia terus memperbaiki fitur yang dimilikinya. Dimulai hanya dengan fitur dasar seperti mikrofon, video, berbagi layar kemudian tombol menghentikan panggilan serta kolom untuk chat, sekarang sudah banyak fitur lain yang ditambahkan seperti: papan tulis virtual, ubah tata letak, ubah latar belakang, penerjemahan, serta jumlah orang yang makin banyak. 

Hari ini saya agak kaget dengan penampilan dari Skype. Selama ini saya sudah menggunakan Skype untuk telepon ke dalam dan luar negeri, namun hampir tidak pernah menggunakan fasilitas video daringnya. Pagi ini saya melihat di akun Microsoft, ternyata Skype sekarang bisa digunakan dalam web browser (saya gunakan Microsoft Edge) untuk melakukan pertemuan daring seperti halnya Google Meet dan Zoom. Ini sebuah kemajuan, walaupun masih berat dan videonya, tapi mudah-mudahan Skype bisa terus memperbaiki diri, sehingga makin banyak platform yang bisa digunakan untuk melakukan pertemuan daring secara gratis dan kualitasnya baik.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas