The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Jalan-jalan ke Pasar Kamis Mambulau lewat Jembatan Sare Pulau

Pada hari Kamis, 9 September 2021, dalam perjalanan ke kantor Kecamatan Bataguh, mampir dulu ke Pasar Kamis Mambulau. Hal ini diawali ketika ingin menuju ke Desa Sei Lunuk melewati Jembatan Sare Pulau. Rupanya hari Kamis ini adalah hari pasar di Mambulau, akhirnya terpaksa memutar dari Pal 1 lalu kembali lagi ke Jembatan Sare Pulau untuk melihat Pasar Kamis.

Dibandingkan dengan Pasar Sabtu yang ada di Jalan Kapten Pierre Tendean, pasar ini lebih panjang dan lebih banyak barang yang dijual. Jadi bagi yang suka jalan-jalan untuk cuci mata, pasar ini layak untuk dikunjungi. Bukan hanya itu, pasar ini pun bercabang ke jalan di pinggir sungai. Pasar ini dimulai dari pukul 07.00 - 11.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas