The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Jalan-jalan ke Pasar Kamis Mambulau lewat Jembatan Sare Pulau

Pada hari Kamis, 9 September 2021, dalam perjalanan ke kantor Kecamatan Bataguh, mampir dulu ke Pasar Kamis Mambulau. Hal ini diawali ketika ingin menuju ke Desa Sei Lunuk melewati Jembatan Sare Pulau. Rupanya hari Kamis ini adalah hari pasar di Mambulau, akhirnya terpaksa memutar dari Pal 1 lalu kembali lagi ke Jembatan Sare Pulau untuk melihat Pasar Kamis.

Dibandingkan dengan Pasar Sabtu yang ada di Jalan Kapten Pierre Tendean, pasar ini lebih panjang dan lebih banyak barang yang dijual. Jadi bagi yang suka jalan-jalan untuk cuci mata, pasar ini layak untuk dikunjungi. Bukan hanya itu, pasar ini pun bercabang ke jalan di pinggir sungai. Pasar ini dimulai dari pukul 07.00 - 11.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas