The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Pembentukan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kecamatan, Kelurahan, di wilayah Kecamatan Kapuas Kuala

 

Pada hari Senin, 20 September 2021 bertempat di aula Kecamatan Kapuas Kuala dilaksanakan kegiatan Pembentukan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kecamatan, Kelurahan di wilayah Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas,Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Camat Kapuas Kuala, Pak Inop menyampaikan bahwa masalah di Kapuas Kuala ini masalah air dan masalah infrastruktur.

Saat ini hasil bumi dari Kapuas Kuala banyak yang dijual ke Kalimantan Selatan karena aksesnya lebih mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas