Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Banjir merata di Kuala Kapuas dan sekitarnya

 







Pada hari Ahad, 5 Desember 2021, sekitar pukul 21.45 WIB video tentang air menutupi ujung Jalan Ahmad Yani di depan Pasar Danau Mare dan Jalan Sudirman menyebar melalui Whatsapp.

Saat shalat Subuh di langgar Al-Inayah di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg 9,5 Kuala Kapuas, ternyata menurut keterangan ketua langgar, Bapak Kastalani, pada sekitar jam 9 malam, air satu jari lagi sampai ke lantai dalam langgar.

Setelah pulang dari Shalat Subuh, ketika membuka Whatsapp, ada kabar dari Pak Giyarto dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, bahwa asrama dan kantin pondok pesantren banjir.

Foto dan video dari kondisi banjir di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas diatas dikirim oleh Bapak Giyarto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"