Postingan

Menampilkan postingan dengan label Banjir

Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Banjir merata di Kuala Kapuas dan sekitarnya

Gambar
  Pada hari Ahad, 5 Desember 2021, sekitar pukul 21.45 WIB video tentang air menutupi ujung Jalan Ahmad Yani di depan Pasar Danau Mare dan Jalan Sudirman menyebar melalui Whatsapp. Saat shalat Subuh di langgar Al-Inayah di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg 9,5 Kuala Kapuas, ternyata menurut keterangan ketua langgar, Bapak Kastalani, pada sekitar jam 9 malam, air satu jari lagi sampai ke lantai dalam langgar. Setelah pulang dari Shalat Subuh, ketika membuka Whatsapp, ada kabar dari Pak Giyarto dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, bahwa asrama dan kantin pondok pesantren banjir. Foto dan video dari kondisi banjir di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas diatas dikirim oleh Bapak Giyarto.

Hujan dini hari akibatkan genangan air di beberapa tempat

Gambar
Genangan air di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas Pada hari Rabu, 25 Januari 2017 dini hari, hujan turun dengan derasnya selama beberapa jam. Hal ini mengakibatkan munculnya beberapa genangan di beberapa tempat di Kabupaten Kapuas. Yang jelas, halaman rumah yang rendah, akan segera terisi air. Kemudian tempat-tempat dengan saluran pembuangan ke sungai yang tidak lancar akan tergenang air. Menurut keterangan pemilik laundry, banyak masyarakat yang melaporkan bahwa rumah mereka tergenang air akibat hujan dini hari ini. Genangan air di Jalan Kolonel Sugiono Di Pondok Al-Amin Kapuas yang terletak di Desa Anjir Palambang, Pulau Petak, air menggenangi halaman pondok, sehingga para santri yang ingin mengakses kelas yang bawahnya terendama air harus melepaskan alas kaki.

Banjir, Jembatan Putus dan Jembatan Miring

Gambar
Banjir di Desa Dandang Pada malam Sabtu, 14 Mei 2015, hujan deras mengguyur daerah hulu dari Sungai Kapuas. Hal ini mengakibatkan air Sungai Kapuas meluap. Ketinggian air makin siang makin meningkat. Para tamu yang sedang berkunjung ke desa-desa yang berada di tepi sungai diharapkan untuk mengungsikan kendaraan rota empat mereka di ketinggian. Jembatan miring Derasnya hujan serta naiknya permukaan sungai mengakibatkan rusaknya jalan dan jembatan. Ada jembatan yang dihanyutkan oleh banjir. Ada juga jembatan yang miring karena dibuat dengan bahan seadanya. Kondisi alam seperti ini mengharuskan setiap orang yang melintasi lokasi seperti ini dapat mencari jalan keluar terhadap berbagai kendala yang dihadapinya. 

Air Pasang Menggenangi Pondok Pesantren

Gambar
Air pasang menggenangi pondok Menurut keterangan yang admin peroleh dari Direktur Pengembangan Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas, Sugeng Sukrianto, S.Pd.I air pasang yang menggenangi ini sudah berlangsung sejak dua hari yang lalu. Air pasang ini menggenangi halaman depan dan halaman belakang dari pondok pesantren. Kondisi ini menyebabkan para santri harus menyingsingkan celana mereka ketika melewati air pasang. Syukurlah dalam waktu beberapa jam, air pasang ini kembali surut.

Banjir di Kuala Kapuas

Gambar
Pada hari Senin, 19 Maret 2012 sejak sekitar pukul 17.00 WIB ketinggian air dari Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Murung mulai meningkat dengan cepat sehingga merendam daerah bantaran sungai. Menurut keterangan warga sekitar Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXA, Kuala Kapuas, kejadian serupa pernah terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Dari informasi yang diperoleh oleh admin, peningkatan ketinggian air ini juga terjadi di tempat-tempat lain seperti di daerah Barito, Cilik Riwut, Jalan Sulawesi dan lain-lain. Syukurlah kejadian ini tidak berlangsung lama, setelah shalat Maghrib ketinggian air berangsur-angsur surut.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas