Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Banjir, Jembatan Putus dan Jembatan Miring

Banjir di Desa Dandang
Pada malam Sabtu, 14 Mei 2015, hujan deras mengguyur daerah hulu dari Sungai Kapuas. Hal ini mengakibatkan air Sungai Kapuas meluap. Ketinggian air makin siang makin meningkat. Para tamu yang sedang berkunjung ke desa-desa yang berada di tepi sungai diharapkan untuk mengungsikan kendaraan rota empat mereka di ketinggian.
Jembatan miring
Derasnya hujan serta naiknya permukaan sungai mengakibatkan rusaknya jalan dan jembatan. Ada jembatan yang dihanyutkan oleh banjir. Ada juga jembatan yang miring karena dibuat dengan bahan seadanya. Kondisi alam seperti ini mengharuskan setiap orang yang melintasi lokasi seperti ini dapat mencari jalan keluar terhadap berbagai kendala yang dihadapinya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"