Cara Terbukti Membuat Kebiasaan Baru Menempel (Tanpa Harus “Niat Baja”)

Gambar
  Pernah merasa semangat di awal—misalnya mau olahraga, makan lebih sehat, atau belajar rutin—tapi seminggu kemudian kembali ke pola lama? Itu wajar. Banyak orang mengira kunci kebiasaan adalah motivasi besar dan kedisiplinan keras . Padahal, menurut ilmuwan perilaku dari Stanford University, BJ Fogg , kebiasaan justru lebih mudah terbentuk jika kita memulainya dari hal yang sangat kecil , lalu “ditanam” di rutinitas harian. Gagasan ini dibahas dalam episode Life Kit dari NPR berjudul A proven method to make a habit stick (13 Januari 2026). Intinya: kalau ingin kebiasaan baru bertahan, jangan mulai dari target besar. Mulailah dari versi yang paling mudah—bahkan terlihat “sepele”. Apa Itu Kebiasaan? BJ Fogg mendefinisikan kebiasaan sebagai sesuatu yang kita lakukan otomatis , tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Jadi, yang menentukan kebiasaan bukan seberapa sering (harian/mingguan/tahunan), tetapi seberapa “otomatis” kita melakukannya. Contohnya: Menggosok gig...

Ingat Masjid Baiturrahman Kota Sungai Penuh setelah selesai adzan

Pada hari Ahad, 5 Desember 2021, setelah selesai adzan Isya, entah kenapa tiba-tiba teringat dengan peristiwa di Masjid Baiturrahman, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Waktu masih belajar mengaji di Sungai Penuh, saya pernah dilatih oleh guru mengaji untuk melakukan adzan di Masjid Baiturrahman. Itulah pertama kalinya saya adzan di depan teman-teman. Saya harus menahan diri agar tidak gemetaran dan juga menjaga napas agar kuat.

Mengingat peristiwa itu saya tersenyum sendiri.

Mudah-mudahan Allah memberi rezeki untuk bisa kembali menengok masjid ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas