Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Ingat Masjid Baiturrahman Kota Sungai Penuh setelah selesai adzan

Pada hari Ahad, 5 Desember 2021, setelah selesai adzan Isya, entah kenapa tiba-tiba teringat dengan peristiwa di Masjid Baiturrahman, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Waktu masih belajar mengaji di Sungai Penuh, saya pernah dilatih oleh guru mengaji untuk melakukan adzan di Masjid Baiturrahman. Itulah pertama kalinya saya adzan di depan teman-teman. Saya harus menahan diri agar tidak gemetaran dan juga menjaga napas agar kuat.

Mengingat peristiwa itu saya tersenyum sendiri.

Mudah-mudahan Allah memberi rezeki untuk bisa kembali menengok masjid ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas