Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Berani mencoba juga memiliki risiko



Pengalaman coba-coba pertama yang berbiaya mahal adalah ketika sedang mengeksplorasi situs :

Healthcare Information and Management Systems Society | HIMSS

Waktu itu saya tertarik dengan salah satu kursus yang disediakan oleh situs ini terkait dengan kesehatan digital. Waktu itu saya coba-coba untuk melihat kursusnya dan berusaha untuk mengetahui lebih jauh. Entah karena tidak mengerti maksud proses pembayaran, pada akhirnya rupanya saya kena charge beberapa juta rupiah untuk mengikuti kursus tersebut. 

Saya berusaha mengikuti kursus tersebut, namun karena modulnya cukup banyak. Saya tidak berhasil menyelesaikannya dalam waktu yang disediakan. Padahal maksudnya cuma untuk lihat-lihat saja.

Pengalaman kedua yang berbiaya mahal adalah ketika mencoba machine learning menggunakan Azure.

Cloud Computing Services | Microsoft Azure

Maksudnya cuma mencoba saja, kemudian cancel. Rupanya saya lupa untuk meng-cancel langganan yang ada di Azure tersebut, akhirnya tagihannya membengkak. Saya kaget ketika petugas dari kartu kredit menawarkan cicilan dengan bunga 0% untuk tagihan tersebut.

Pada awalnya saya bingung, akun Azure mana yang menimbulkan biaya sebesar itu. Setelah saya buka beberapa akun azure yang saya miliki, ternyata memang benar ada satu akun yang nilainya sebagaimana yang disampaikan oleh petugas kartu kredit tersebut. Saya langsung meng-cancel langganan saya di Azure tersebut dengan alasan: "Too expensive".

Namun itulah harga yang harus dibayar untuk suatu proses pembelajaran. Dengan keinginan tahu yang sangat besar terhadap hal-hal yang bersifat digital sudah membawa saya mengenali banyak hal yang mungkin bagi orang awam sesuatu yang asing.

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas