Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Pusat Produksi Amplang dan Kerupuk SMK Al-Amin Kapuas ikut bazar di Milad Yayasan Islam Al-Amin Kapuas









Pada hari Senin, 7 Februari 2022, para guru dan murid SMK Al-Amin Kapuas yang tergabung dalam Pusat Produksi Amplang dan Kerupuk mengikuti bazar dalam rangka Milad Yayasan Islam Al-Amin Kapuas yang diselenggarakan di Citimal, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas.

Adapun produk yang ditampilkan adalah:
  • amplang ikan patin  
  • amplang ikan nila
  • amplang ikan lele
  • kerupuk  ikan patin
  • kerupuk ikan nila
  • kerupuk ikan lele
Empat dari produk diatas sudah mempunyai izin P.IRT sedang 2 produk yang lain sedang dalam proses. Produk ini juga sudah dikirim ke Semarang, Bogor dan Bekasi.

Berita dan gambar dikirimkan oleh Bapak Giyar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)