Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Pusat Produksi Amplang dan Kerupuk SMK Al-Amin Kapuas ikut bazar di Milad Yayasan Islam Al-Amin Kapuas









Pada hari Senin, 7 Februari 2022, para guru dan murid SMK Al-Amin Kapuas yang tergabung dalam Pusat Produksi Amplang dan Kerupuk mengikuti bazar dalam rangka Milad Yayasan Islam Al-Amin Kapuas yang diselenggarakan di Citimal, Jalan Pemuda, Kuala Kapuas.

Adapun produk yang ditampilkan adalah:
  • amplang ikan patin  
  • amplang ikan nila
  • amplang ikan lele
  • kerupuk  ikan patin
  • kerupuk ikan nila
  • kerupuk ikan lele
Empat dari produk diatas sudah mempunyai izin P.IRT sedang 2 produk yang lain sedang dalam proses. Produk ini juga sudah dikirim ke Semarang, Bogor dan Bekasi.

Berita dan gambar dikirimkan oleh Bapak Giyar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan