Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Pengaruh industri rokok sangat besar dalam pengambilan keputusan tentang rokok di Indonesia

 

Saat membaca Tobacco Industry Inteference Index yang dikeluarkan oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance, sedih rasanya. Karena Indonesia berada pada peringkat 83. Hanya satu peringkat dibawah Jepang untuk negara-negara Asia. 

Bila melihat pada Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan, sebagian besar orientasinya adalah pada penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia. Jarang yang bercerita tentang pencapaian program yang memerlukan kerjasama dengan pihak-pihak di luar kesehatan.

Ketika negara belum bisa diharapkan untuk melakukan perubahan, maka "civil society" perlu melakukan gerakan yang lebih masif untuk membuat perubahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas