Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Pengaruh industri rokok sangat besar dalam pengambilan keputusan tentang rokok di Indonesia

 

Saat membaca Tobacco Industry Inteference Index yang dikeluarkan oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance, sedih rasanya. Karena Indonesia berada pada peringkat 83. Hanya satu peringkat dibawah Jepang untuk negara-negara Asia. 

Bila melihat pada Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan, sebagian besar orientasinya adalah pada penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia. Jarang yang bercerita tentang pencapaian program yang memerlukan kerjasama dengan pihak-pihak di luar kesehatan.

Ketika negara belum bisa diharapkan untuk melakukan perubahan, maka "civil society" perlu melakukan gerakan yang lebih masif untuk membuat perubahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas