Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pengaruh industri rokok sangat besar dalam pengambilan keputusan tentang rokok di Indonesia

 

Saat membaca Tobacco Industry Inteference Index yang dikeluarkan oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance, sedih rasanya. Karena Indonesia berada pada peringkat 83. Hanya satu peringkat dibawah Jepang untuk negara-negara Asia. 

Bila melihat pada Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan, sebagian besar orientasinya adalah pada penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia. Jarang yang bercerita tentang pencapaian program yang memerlukan kerjasama dengan pihak-pihak di luar kesehatan.

Ketika negara belum bisa diharapkan untuk melakukan perubahan, maka "civil society" perlu melakukan gerakan yang lebih masif untuk membuat perubahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"