Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Bagaimana pemimpin menginspirasi tindakan - The Golden Circle

 



Ceramah ini sangat menginspirasi. Bagaimana orang membeli sesuatu bukan karena apa yang mereka jual (WHAT), bukan karena bagaimana mereka menjualnya (HOW), tapi mereka membeli apa yang diyakini oleh penjual (WHY).

Beliau mencontohkan bagaimana orang membeli Apel karena mereka percaya dengan apa yang membuat Apel membuat produk mereka berbeda.

Beliau juga mencontohkan bagaimana Wright brothers sukses meskipun mereka tidak punya sarana untuk sukses secara materi. Mereka punya mimpi besar untuk memperbaiki dunia transportasi.

Beliau juga mencontohkan bagaimana 200.000 orang berkumpul untuk mendengarkan ceramah Martin Luther King. Mereka percaya dengan apa yang dia percaya (I have a dream). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)