Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kapuas kembali meriahkan "Digital Health Week Tahun 2022"

 




Pada hari Kamis, 13 Oktober 2022 bertempat di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan hybrid dalam rangka memeriahkan "Digital Health Week 2022" dengan tema: Implementation of electronic medical record to support Indonesian smart cities". Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara instalasi rekam medik rumah sakit, bagian IT rumah sakit dan Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah:
  • Setiaji (Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
  • Windiarto (Pengembang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit KHANZA)
  • Rony Teguh (Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Palangka Raya)
  • Nurdiana (Kepala Seksi Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas)
  • Antasena Davirga (Kepala Kantor Telkom Kuala Kapuas dan Pulang Pisau)
Setelah paparan dari kelima narasumber diatas, dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Bapak Riduanto, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas.

Komentar

  1. Kalo Lawang Sekepeng adalah pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang Di halaman rumah mempelai perempuan

    dibuat semacam pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang yang berada dihalaman rumah mempelai perempuan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)