Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kapuas kembali meriahkan "Digital Health Week Tahun 2022"

 




Pada hari Kamis, 13 Oktober 2022 bertempat di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan hybrid dalam rangka memeriahkan "Digital Health Week 2022" dengan tema: Implementation of electronic medical record to support Indonesian smart cities". Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara instalasi rekam medik rumah sakit, bagian IT rumah sakit dan Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah:
  • Setiaji (Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
  • Windiarto (Pengembang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit KHANZA)
  • Rony Teguh (Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Palangka Raya)
  • Nurdiana (Kepala Seksi Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas)
  • Antasena Davirga (Kepala Kantor Telkom Kuala Kapuas dan Pulang Pisau)
Setelah paparan dari kelima narasumber diatas, dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Bapak Riduanto, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas.

Komentar

  1. Kalo Lawang Sekepeng adalah pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang Di halaman rumah mempelai perempuan

    dibuat semacam pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang yang berada dihalaman rumah mempelai perempuan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini