The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Kapuas kembali meriahkan "Digital Health Week Tahun 2022"

 




Pada hari Kamis, 13 Oktober 2022 bertempat di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan hybrid dalam rangka memeriahkan "Digital Health Week 2022" dengan tema: Implementation of electronic medical record to support Indonesian smart cities". Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara instalasi rekam medik rumah sakit, bagian IT rumah sakit dan Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah:
  • Setiaji (Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
  • Windiarto (Pengembang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit KHANZA)
  • Rony Teguh (Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Palangka Raya)
  • Nurdiana (Kepala Seksi Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas)
  • Antasena Davirga (Kepala Kantor Telkom Kuala Kapuas dan Pulang Pisau)
Setelah paparan dari kelima narasumber diatas, dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Bapak Riduanto, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas.

Komentar

  1. Kalo Lawang Sekepeng adalah pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang Di halaman rumah mempelai perempuan

    dibuat semacam pintu gerbang/gapura dari pelepah kelapa yang dirintangi dengan benang yang berada dihalaman rumah mempelai perempuan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas