Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Bagaimana mengusahakan agar rokok tidak lagi digunakan dalam acara-acara budaya

 

Bing Image Creator: no smoking, digital art

Untuk mengusahakan agar rokok tidak lagi digunakan dalam acara-acara budaya, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  1. Pendidikan dan Kesadaran: Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak buruk merokok pada kesehatan. Kampanye pendidikan yang melibatkan komunitas, sekolah, dan lembaga budaya dapat membantu menyebarkan informasi yang akurat dan fakta tentang bahaya merokok.

  2. Alternatif Sehat: Menyediakan alternatif sehat dalam acara-acara budaya dapat menjadi langkah penting. Misalnya, menyajikan makanan tradisional atau minuman herbal yang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan mengurangi ketergantungan pada rokok.

  3. Penyadaran Budaya: Mendorong perubahan budaya melalui pendekatan yang berkelanjutan. Misalnya, melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, pemimpin adat, atau seniman dalam kampanye anti-merokok untuk mempengaruhi norma sosial dan mengurangi stigmatisasi terhadap mereka yang tidak merokok.

  4. Regulasi dan Kebijakan: Mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk mengimplementasikan regulasi yang lebih ketat terkait peredaran dan promosi rokok. Melarang iklan rokok, mengatur pajak yang tinggi, serta menetapkan batasan pada penjualan dan distribusi rokok dapat membantu mengurangi konsumsi dan prevalensi merokok.

  5. Peran Pemuda: Melibatkan pemuda dalam upaya pengurangan merokok dapat menjadi langkah yang efektif. Pemuda sering menjadi penggerak perubahan dalam masyarakat, dan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan pencegahan merokok, seperti kampanye anti-merokok di sekolah atau komunitas, dapat memiliki dampak positif dalam jangka panjang.

Penting untuk diingat bahwa perubahan budaya membutuhkan waktu dan upaya yang berkelanjutan. Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan individu, untuk menciptakan perubahan yang signifikan dalam penggunaan rokok dalam acara-acara budaya.


Artikel diatas ditulis oleh ChatGPT dengan perintah: "bagaimana mengusahakan agar rokok tidak lagi digunakan dalam acara-acara budaya..."

Komentar

  1. Apa arti nya bawui,itah,tege,baisek,jite,uluh

    BalasHapus
  2. bawui = bawoi = babi
    itah = kita
    tege = ada
    baisek = bertanya
    jite = yang itu
    uluh = oloh = orang, manusia

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas