BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Kehidupan Minimalis Gaya Rasulullah SAW


Saat menonton film diatas, saya langsung teringat dengan kesederhanaan kehidupan Rasulullah SAW. Saya lalu menanyakan hal tersebut kepada ChatGPT, dan berikut uraiannya:

Berikut adalah beberapa aspek gaya hidup minimalis dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW:

  1. Kehidupan Domestik yang Sederhana: Nabi Muhammad SAW dikenal tinggal dalam rumah yang sederhana. Penggambaran rumah beliau biasanya meliputi beberapa kamar dengan perabotan dasar dan tanpa hiasan mewah atau berlebihan. 
  2. Pakaian: Nabi Muhammad SAW sering digambarkan mengenakan pakaian yang sederhana dan praktis. Beliau tidak mengejar mode atau mewah, dan pilihannya selalu fungsional dan modis dalam kesederhanaannya.
  3. Makanan: Praktik makan Nabi Muhammad SAW juga mencerminkan pendekatan yang sederhana dan minimalis. Beliau dikenal tidak berlebihan dalam makan dan minum. Sahabat-sahabat beliau sering melaporkan bahwa beliau biasa berpuasa dan membatasi asupan makanan dan minuman. 
  4. Kekayaan Material: Meskipun Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin politik dan spiritual, beliau tidak menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, beliau menggunakan sumber daya yang ada untuk membantu orang miskin dan memajukan komunitasnya.
  5. Fokus pada Spiritualitas: Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa kehidupan yang paling penting bukanlah kehidupan duniawi, melainkan kehidupan spiritual. Beliau menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah dan melakukan amal baik, daripada mengejar harta dan kesenangan duniawi.

Dalam semua aspek ini, Nabi Muhammad SAW menunjukkan gaya hidup yang bersahaja dan berfokus pada apa yang benar-benar penting, yaitu nilai-nilai spiritual dan moral, bukan harta benda atau kekayaan duniawi. Ini sangat sesuai dengan prinsip-prinsip minimalisme modern, meskipun konsep minimalisme sendiri tidak ada pada zaman beliau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)