Film Dokumenter American Doctor Rekam Perjuangan Tenaga Medis di Tengah Krisis Gaza

Gambar
INFORMASI KAPUAS – Sebuah film dokumenter baru berjudul American Doctor mengangkat perjuangan para dokter yang bekerja di tengah rusaknya layanan kesehatan dan membeludaknya jumlah pasien di Jalur Gaza. Film tersebut mengikuti perjalanan tiga dokter asal Amerika Serikat yang menjadi sukarelawan di sejumlah rumah sakit di wilayah itu. Dokumenter ini menampilkan dokter bedah ortopedi Mark Perlmutter dari Carolina Utara, dokter bedah trauma Feroze Sidhwa dari California, serta dokter instalasi gawat darurat Thaer Ahmad dari Chicago. Ahmad merupakan seorang warga Amerika keturunan Palestina. Dalam wawancara bersama program berita Democracy Now! , sutradara film American Doctor , Poh Si Teng, menjelaskan bahwa film tersebut dibuat untuk memperlihatkan dampak perang melalui sudut pandang tenaga kesehatan. Film itu juga merekam kegiatan staf medis Palestina yang tetap merawat pasien dalam keadaan serba terbatas. Menurut pejabat Palestina sebagaimana dikutip dalam program tersebut, sekitar 1...

Wajar kalau 'kaum' langgar masuk surga

 

Gambar ini dibuat oleh Microsoft Bing Creator


Saat mendengar suara 'kaum' langgar yang agak serak, terlintas dalam pikiran saya betapa mulianya pekerjaan sebagai kaum ini. Sebelum shalat Subuh (saat ini pukul 04.05 WIB di Kuala Kapuas) mereka sudah berzikir untuk membangunkan para jama'ah. Saat masuk waktu Subuh, mereka adzan. Setelah adzan mereka shalat sunat. Setelah shalat mereka mulai berwirid untuk menunggu jama'ah shalat Subuh datang. Setelah itu mereka menutup wiridnya dengan do'a. Setelah iqamah mereka memimpin shalat Subuh. Setelah shalat Subuh mereka wirid sampai pukul 05.00 WIB. Di langgar atau masjid yang lain ada yang sampai terbit matahari (05.25 WIB).

Sebelum Maghrib kaum sudah datang, saat masuk waktu (17.25 WIB), beliau adzan, setelah itu shalat sunat. Setelah itu shalawat menjelang iqamah. Setelah iqamah memimpin shalat Maghrib. Setelah shalat maghrib wirid sampai jam 18.00 WIB. Kadang beliau menunggu di langgar sampai selesai shalat Isya (19.05 WIB). 

Jadi dalam sehari, beliau menghabiskan waktu sekitar 2 jam di langgar. Dan waktu itu diisi dengan dzikir kepada Allah SWT. Dari ukuran ini saja wajar kalau mereka mendapatkan ganjaran surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)