Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Wajar kalau 'kaum' langgar masuk surga

 

Gambar ini dibuat oleh Microsoft Bing Creator


Saat mendengar suara 'kaum' langgar yang agak serak, terlintas dalam pikiran saya betapa mulianya pekerjaan sebagai kaum ini. Sebelum shalat Subuh (saat ini pukul 04.05 WIB di Kuala Kapuas) mereka sudah berzikir untuk membangunkan para jama'ah. Saat masuk waktu Subuh, mereka adzan. Setelah adzan mereka shalat sunat. Setelah shalat mereka mulai berwirid untuk menunggu jama'ah shalat Subuh datang. Setelah itu mereka menutup wiridnya dengan do'a. Setelah iqamah mereka memimpin shalat Subuh. Setelah shalat Subuh mereka wirid sampai pukul 05.00 WIB. Di langgar atau masjid yang lain ada yang sampai terbit matahari (05.25 WIB).

Sebelum Maghrib kaum sudah datang, saat masuk waktu (17.25 WIB), beliau adzan, setelah itu shalat sunat. Setelah itu shalawat menjelang iqamah. Setelah iqamah memimpin shalat Maghrib. Setelah shalat maghrib wirid sampai jam 18.00 WIB. Kadang beliau menunggu di langgar sampai selesai shalat Isya (19.05 WIB). 

Jadi dalam sehari, beliau menghabiskan waktu sekitar 2 jam di langgar. Dan waktu itu diisi dengan dzikir kepada Allah SWT. Dari ukuran ini saja wajar kalau mereka mendapatkan ganjaran surga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)