Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Tausiyah Jum'at - HIJRAH - oleh Ustadz Kaspul


 


Kegiatan tausiyah ini dilaksanakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Kapuas pada hari Jum'at, 4 Agustus 2023 di Masjid Al-Ittihad, Kantor Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Adab memasuki masjid:

  1. Masuk dengan kaki kanan
  2. Membaca do'a - Allahummaftahli abwaaba rahmatik
  3. Berniat i'tikaf
  4. Melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Sebagian ulama memberikan solusi bila lupa menunaikan shalat tahiyatul masjid dengan membaca subhanallah, walhamdulillah wala haula wala quwwata illa billahi 'aliyyil adhim sebanyak 4 kali
Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Niat hijrah macam-macam:
1) menghindari siksaan
2) berdagang
3) ingin mencari pasangan hidup

Menyikapi hal diatas, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ"

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafs Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang ia raih atau wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia hijrahkan kepadanya.'"

Hijrah menjadi awal dari penanggalan Hijriah.

Mereka yang menyantuni anak yatim akan seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.

Dalam kehidupan, diharapkan kita bisa menumbuhkan rasa kasih sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas