Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Permainan "Climate Legacy – Echoes of Change" membantu mempelajari cara pemanfaatan IFRC GO

 

Saya sudah menggunakan IFRC GO sejak beberapa tahun yang lalu. Hari ini (Senin, 11 Desember 2023) saya membaca email dari IFRC yang mengajak saya untuk mencoba permainan "Climate Legacy – Echoes of Change".

Permainan tersebut cukup menantang karena perlu berhati-hati dalam melihat petunjuk yang diberikan serta menggunakan berbagai peralatan yang tersedia di website di atas untuk bisa menjawab pertanyaan. Baru saat inilah saya merasakan manfaat sebuah permainan yang membuat saya mau tidak mau mencoba berbagai peralatan yang tersedia dalam situs IFRC GO.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)