Postingan

Menampilkan postingan dengan label IFRC

Ketua TP-PKK dan Kader Posyandu Desa Saka Lagun Akan Turunkan Stunting

Gambar
  Sei Tatas, 21 Mei 2024 Ketua Tim Penggerak-PKK dan Kader Posyandu Saka Lagun mengikuti Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang diselenggarakan oleh UPT. Puskesmas Sei Tatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil dengan kurang energi kronis  (KEK). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kader-kader posyandu mampu membuat PMT berbahan bahan lokal yang tersedia di sekitar desa. Program Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal (PMT Lokal) digagas oleh Kementerian Kesehatan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bidang Kesehatan. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Gambar dan tulisan dikirim oleh Bapak M. Hipni

Permainan "Climate Legacy – Echoes of Change" membantu mempelajari cara pemanfaatan IFRC GO

Gambar
  Saya sudah menggunakan IFRC GO  sejak beberapa tahun yang lalu. Hari ini (Senin, 11 Desember 2023) saya membaca email dari IFRC yang mengajak saya untuk mencoba permainan " Climate Legacy – Echoes of Change ". Permainan tersebut cukup menantang karena perlu berhati-hati dalam melihat petunjuk yang diberikan serta menggunakan berbagai peralatan yang tersedia di website di atas untuk bisa menjawab pertanyaan. Baru saat inilah saya merasakan manfaat sebuah permainan yang membuat saya mau tidak mau mencoba berbagai peralatan yang tersedia dalam situs IFRC GO.

Lokalatih dan Simulasi Pelayanan Kesehatan Saat Darurat Palang Merah Indonesia

Gambar
Pada hari Senin - Jum'at, 16-20 September 2019 bertempat di Hotel Grand Mercure Yogyakarta dan Pusdiklat Palang Merah Indonesia Provinsi Yogyakarta dilaksanakan kegiatan Lokalatih dan Simulasi Pelayanan Kesehatan Saat Darurat Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan dana dari International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC). Kegiatan ini diikuti oleh 22 orang staf Palang Merah Indonesia tingkat provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Para narasumber berasal dari PMI Pusat, PMI Kabupaten Bantul, PMI Kota Bogor, PMI Kabupaten Wonogiri dan PMI Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses adaptasi pelatihan Public Health in Emergency yang pernah diselenggarakan oleh IFRC.

Lokakarya Adaptasi Modul Surveilans Berbasis Masyarakat

Gambar
Mulai hari Selasa-Kamis, 26-28 Februari 2019 bertempat di Aula Padjadjaran, Royal Padjadjaran Hotel, Bogor, Jawa Barat dilaksanakan kegiatan Lokakarya Adaptasi Modul Surveilans Berbasis Masyarakat (Community Based Surveillance). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia dan disponsori oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan USAID.  Hadir dalam pertemuan ini para pelatih program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM), para perwakilan divisi di pusat Palang Merah Indonesia, perwakilan dari PMI, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian / Peternakan dari Pandeglang (Banten), Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah) dan Tabanan (Bali) serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian.  Pertemuan ini menyepakati alur pelaporan, definisi kasus serta tugas dan fungsi masing-masing pengampu kepentingan dalam program ini. Program Surveilans Berbasis Masyarakat ini akan dimasukkan ke dalam Com

The Story of Ebola

Gambar
Setelah sukses dengan The Story of Cholera, Global Health Media Project bekerja sama dengan International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), UNICEF dan Yoni Goodman membuat animasi baru yang berjudul The Story of Ebola. Animasi ini menceritakan bagaimana gejala dari Ebola dan bagaimana cara untuk menanganinya. Hanya dalam waktu 7 menit, kita bisa memiliki pemahaman yang cukup menyeluruh tentang penyakit ini.

Relawan PMI Kabupaten Kapuas Belajar Melalui "IFRC Learning Platform"

Gambar
Suasana belajar saat mengakses IFRC Learning Platform International Federation of Red Cross and Red Crescent mengajak para relawannya di seluruh dunia untuk belajar melalui IFRC Learning Platform . Menindaklanjuti seruan ini, para relawan PMI Kabupaten Kapuas pada hari Senin, 22 Desember 2014 bertempat di markas menyelenggarakan kegiatan belajar bagaimana menggunakan sarana pembelajaran ini. Kegiatan ini diikuti oleh dua orang staf (Irma Normaulidah dan Sri Handayani), anggota Korps Sukarela (Nordiansyah dan Mohammad Yamin) dan dua orang anggota PMR (Desty dan Jauza Annisa) serta kepala markas (Jum'atil Fajar). Sayangnya karena lambatnya akses internet, pendaftaran peserta kegiatan ini belum berhasil untuk masuk ke dalam sarana pembelajaran ini. Dalam kegiatan ini ditampilkan berbagai modul pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta. Peserta juga diajarkan bagaimana cara memilih modul yang mereka perlukan serta bagaimana cara mencetak sertifikat bila mereka berhasil menyel

PMI Finalisasi Adaptasi Modul Penyakit Tidak Menular

Gambar
Uji coba permainan di Topik 2 Modul PTM Bertempat di ruang Jati 1, Park Hotel, Jl. D.I. Pandjaitan, Jakarta Timur, Palang Merah Indonesia melakukan finalisasi adaptasi modul penyakit tidak menular (PTM). Adaptasi dilakukan terhadap modul yang sudah dibuat oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC).  Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 2-4 Juni 2014. Peserta berasal dari PMI Pusat, PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Provinsi Jawa Tengah, PMI Kabupaten Wonogiri, PMI Kabupaten Kapuas, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Palang Merah Amerika dan IFRC.  Dalam kegiatan ini masih banyak koreksi yang diberikan terhadap draft final dari modul ini. Modul ini rencananya akan diuji coba di Kabupaten Wonogiri. Sebelum uji coba, relawan dari Kabupaten Wonogiri akan dilatih terlebih dahulu. Relawan dari PMI Kabupaten Kapuas juga diberikan kepercayaan untuk mengikuti pelatihan tersebut. 

Lokakarya Adaptasi Modul Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Gambar
dr. Linda dari PMI (kiri) dan dr. Ekowangi dari Kemenkes (kanan) Pada hari Selasa - Jum'at, 6-9 Mei 2014 bertempat di Ruang Krisna, Hotel Bidakara Jakarta dilaksanakan kegiatan Lokakarya Adaptasi Modul dan Alat Peraga Pola Hidup Sehat Pencegahan Penyakit Menular. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Divisi Kesehatan Palang Merah Indonesia dengan sponsor dari International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan Palang Merah Amerika.  Hadir dalam lokakarya ini perwakilan dari IFRC, American Red Cross, Palang Merah Indonesia, Kementerian Kesehatan RI dan jajarannya (Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri), perwakilan PMI Provinsi Jambi, PMI Kabupaten Wonogiri dan PMI Kabupaten Kapuas. Lokakarya ini ingin menghasilkan modul yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan mengharapkan agar bahasa yang digunakan dalam modul ini sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam buku-buku kementerian kesehatan.

Monitoring Pemanfaatan Filter Keramik Di Desa Handiwung

Gambar
Mas Agung mencicipi air dari filter keramik Rombongan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah Spanyol (SRC) dan Palang Merah Indonesia pada hari Jum'at, 7 Maret 2014 mengunjungi Desa Handiwung. Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan monitoring pemanfaatan filter keramik yang sudah dibagikan oleh PMI Kabupaten Kapuas satu bulan yang lalu. Bantuan pengadaan filter keramik ini diperoleh dari Palang Merah Spanyol. Air dari filter keramik yang juga digunakan untuk pelanggan warung Sebagian warga melaporkan adanya keran yang rusak. Setelah dibetulkan oleh Mas Agung dari IFRC, keran tersebut bisa berfungsi kembali. Dirumah yang lain ada yang keramiknya mengeluarkan air terlalu sedikit, setelah diperbaiki oleh Mas Agung, alirannya kembali lancar. Demikian juga dengan keramik yang tidak bisa mengeluarkan air, setelah dicoba lagi, airnya kembali mengalir. Dua filter keramik untuk keluarga besa

Sosialisasi Kepalangmerahan Bagi PMI Kecamatan

Pada hari Senin, 18 Pebruari 2013 bertempat di Ruang Pertemuan Panatau Lewu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepalangmerahan bagi pengurus PMI Kecamatan Basarang, Bataguh, Kapuas Hilir dan Selat. Kegiatan ini dikoordinir oleh PMI Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus PMI Kecamatan yang baru tentang apa itu Palang Merah Indonesia (PMI), International Committe of Red Cross (ICRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), sejarah palang merah, peningkatan kapasitas, pengembangan sumber daya, peraturan organisasi, dan berbagai pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang dimiliki oleh PMI. Selain itu juga digambarkan juga perkembangan Rancangan Undang-undang Kepalangmerahan. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.46 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB ini juga diisi dengan pemutaran film kartun sejarah palang merah ( The Story of An Idea )

Kolaborasi PMI, SRC, IFRC dan ICRC di Kapuas

Gambar
Diskusi dengan Pokja AMPL Kabupaten Kapuas Keberadaan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) di Kabupaten Kapuas mengawali kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan International Comittee of Red Cross (ICRC). Kerjasama ini terutama untuk menangani upaya penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program. Ketiga desa tersebut adalah Pulau Kupang, Terusan Raya dan Handiwung. Tim Kolaborator ini memulai pembicaraan di Jakarta, kemudian dilanjutkan di Markas PMI Kabupaten Kapuas (Kamis, 14 Februari 2013). Dalam upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk penyusunan strategi penyediaan air minum yang aman ini, diselenggarakan beberapa kegiatan diantaranya yaitu menyambangi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kapuas di Jalan Melati No. 19, Kuala Kapuas. Kemudian tim juga mengundang Pokja Air Minum dan Penyehatan Lin

Tamu Istimewa di Labkesda

Gambar
Rombongan SRC, ICRC dan IFRC Pada hari Jum'at, 15 Februari 2013, Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Kapuas mendapat tamu istimewa. Rombongan dari Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Cressent (IFRC), International Committee of Red Cross (ICRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengunjungi Labkesda. Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam rangka mendapatkan masukan dari tentang berbagai hasil pemeriksaan air di Kabupaten Kapuas. Dari kunjungan ini didapatkan informasi bahwa dengan kemampuannya memeriksa unsur kimia dan bakteriologis air diketahui bahwa kadar besi pada air sungai berkisar 2-12 mg/L padahal kadar normalnya adalah 0,1 mg/L. pH air sungai sangat asam sehingga tidak layak untuk langsung dikonsumsi. Kadar bakteri E. coli sangat tinggi dalam air sungai. Mengenai rasa air sungai, Kepala Labkesda, Bapak Suko Adi, M.Kes menjelaskan bahwa bila masyarakat terbiasa minum air yang asam, lalu minum air yang netral,

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan