Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Kolaborasi PMI, SRC, IFRC dan ICRC di Kapuas

Diskusi dengan Pokja AMPL Kabupaten Kapuas
Keberadaan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) di Kabupaten Kapuas mengawali kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan International Comittee of Red Cross (ICRC). Kerjasama ini terutama untuk menangani upaya penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program. Ketiga desa tersebut adalah Pulau Kupang, Terusan Raya dan Handiwung.

Tim Kolaborator ini memulai pembicaraan di Jakarta, kemudian dilanjutkan di Markas PMI Kabupaten Kapuas (Kamis, 14 Februari 2013). Dalam upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk penyusunan strategi penyediaan air minum yang aman ini, diselenggarakan beberapa kegiatan diantaranya yaitu menyambangi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kapuas di Jalan Melati No. 19, Kuala Kapuas.

Kemudian tim juga mengundang Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Kapuas dengan mengadakan pertemuan di Rumah Makan dan Pemancingan Eka Sari, di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir (Jum'at, 15 Februari 2013). Masukan-masukan dari pokja ini akan menjadi bahan berharga bagi tim dalam mengupayakan penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program.

Pada hari Sabtu, 16 Februari 2013 tim mengunjungi ketiga desa program untuk melihat secara langsung kondisi masyarakatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas