Postingan

Menampilkan postingan dengan label ICRC

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Monitoring Pemanfaatan Filter Keramik Di Desa Handiwung

Gambar
Mas Agung mencicipi air dari filter keramik Rombongan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah Spanyol (SRC) dan Palang Merah Indonesia pada hari Jum'at, 7 Maret 2014 mengunjungi Desa Handiwung. Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan monitoring pemanfaatan filter keramik yang sudah dibagikan oleh PMI Kabupaten Kapuas satu bulan yang lalu. Bantuan pengadaan filter keramik ini diperoleh dari Palang Merah Spanyol. Air dari filter keramik yang juga digunakan untuk pelanggan warung Sebagian warga melaporkan adanya keran yang rusak. Setelah dibetulkan oleh Mas Agung dari IFRC, keran tersebut bisa berfungsi kembali. Dirumah yang lain ada yang keramiknya mengeluarkan air terlalu sedikit, setelah diperbaiki oleh Mas Agung, alirannya kembali lancar. Demikian juga dengan keramik yang tidak bisa mengeluarkan air, setelah dicoba lagi, airnya kembali mengalir. Dua filter keramik untuk keluarga besa

Sosialisasi Kepalangmerahan Bagi PMI Kecamatan

Pada hari Senin, 18 Pebruari 2013 bertempat di Ruang Pertemuan Panatau Lewu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepalangmerahan bagi pengurus PMI Kecamatan Basarang, Bataguh, Kapuas Hilir dan Selat. Kegiatan ini dikoordinir oleh PMI Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus PMI Kecamatan yang baru tentang apa itu Palang Merah Indonesia (PMI), International Committe of Red Cross (ICRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), sejarah palang merah, peningkatan kapasitas, pengembangan sumber daya, peraturan organisasi, dan berbagai pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang dimiliki oleh PMI. Selain itu juga digambarkan juga perkembangan Rancangan Undang-undang Kepalangmerahan. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.46 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB ini juga diisi dengan pemutaran film kartun sejarah palang merah ( The Story of An Idea )

Kolaborasi PMI, SRC, IFRC dan ICRC di Kapuas

Gambar
Diskusi dengan Pokja AMPL Kabupaten Kapuas Keberadaan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) di Kabupaten Kapuas mengawali kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan International Comittee of Red Cross (ICRC). Kerjasama ini terutama untuk menangani upaya penyediaan air minum yang aman bagi masyarakat di desa program. Ketiga desa tersebut adalah Pulau Kupang, Terusan Raya dan Handiwung. Tim Kolaborator ini memulai pembicaraan di Jakarta, kemudian dilanjutkan di Markas PMI Kabupaten Kapuas (Kamis, 14 Februari 2013). Dalam upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk penyusunan strategi penyediaan air minum yang aman ini, diselenggarakan beberapa kegiatan diantaranya yaitu menyambangi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Kapuas di Jalan Melati No. 19, Kuala Kapuas. Kemudian tim juga mengundang Pokja Air Minum dan Penyehatan Lin

Tamu Istimewa di Labkesda

Gambar
Rombongan SRC, ICRC dan IFRC Pada hari Jum'at, 15 Februari 2013, Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Kapuas mendapat tamu istimewa. Rombongan dari Spanish Red Cross (SRC), International Federation of Red Cross and Red Cressent (IFRC), International Committee of Red Cross (ICRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengunjungi Labkesda. Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam rangka mendapatkan masukan dari tentang berbagai hasil pemeriksaan air di Kabupaten Kapuas. Dari kunjungan ini didapatkan informasi bahwa dengan kemampuannya memeriksa unsur kimia dan bakteriologis air diketahui bahwa kadar besi pada air sungai berkisar 2-12 mg/L padahal kadar normalnya adalah 0,1 mg/L. pH air sungai sangat asam sehingga tidak layak untuk langsung dikonsumsi. Kadar bakteri E. coli sangat tinggi dalam air sungai. Mengenai rasa air sungai, Kepala Labkesda, Bapak Suko Adi, M.Kes menjelaskan bahwa bila masyarakat terbiasa minum air yang asam, lalu minum air yang netral,

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan