DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Monitoring Pemanfaatan Filter Keramik Di Desa Handiwung

Mas Agung mencicipi air dari filter keramik
Rombongan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah Spanyol (SRC) dan Palang Merah Indonesia pada hari Jum'at, 7 Maret 2014 mengunjungi Desa Handiwung. Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan monitoring pemanfaatan filter keramik yang sudah dibagikan oleh PMI Kabupaten Kapuas satu bulan yang lalu. Bantuan pengadaan filter keramik ini diperoleh dari Palang Merah Spanyol.
Air dari filter keramik yang juga digunakan untuk pelanggan warung
Sebagian warga melaporkan adanya keran yang rusak. Setelah dibetulkan oleh Mas Agung dari IFRC, keran tersebut bisa berfungsi kembali. Dirumah yang lain ada yang keramiknya mengeluarkan air terlalu sedikit, setelah diperbaiki oleh Mas Agung, alirannya kembali lancar. Demikian juga dengan keramik yang tidak bisa mengeluarkan air, setelah dicoba lagi, airnya kembali mengalir.
Dua filter keramik untuk keluarga besar
Semua penerima filter keramik menggunakan apa yang sudah mereka terima untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang menggunakan air ini untuk melayani pelanggan warung makannya. Mereka merasakan manfaat dari keberadaan filter keramik ini, karena mereka tidak perlu lagi memasak air untuk memperoleh air yang bebas kuman.
Wawancara Mas Wira (ICRC) dengan seorang Ibu
Sebagian warga yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka mau membeli filter keramik yang sudah mengecil mengingat harganya tidak terlalu mahal (Rp 90.000). Namun mereka masih belum mengetahui, dimana mereka bisa membeli filter keramik tersebut. Sedangkan untuk keran-keran yang rusak, mereka bisa membeli keran baru di pasar setempat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"