Muhammadiyah Kapuas Bersama Mitra Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal di Desa Simpang Jaya

Gambar
Barito Kuala – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), Lazismu, dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin serta Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI Kabupaten Kapuas, melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan sunatan massal di Desa Simpang Jaya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sekitar 100 warga mengikuti layanan pengobatan gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai kebutuhan. Selain itu, sebanyak 20 anak mengikuti program sunatan massal yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan relawan secara profesional dan mengutamakan keselamatan pasien. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT Puskesmas Wanaraya beserta staf , yang memberikan dukungan dan apresiasi atas te...

Monitoring Pemanfaatan Filter Keramik Di Desa Handiwung

Mas Agung mencicipi air dari filter keramik
Rombongan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah Spanyol (SRC) dan Palang Merah Indonesia pada hari Jum'at, 7 Maret 2014 mengunjungi Desa Handiwung. Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan monitoring pemanfaatan filter keramik yang sudah dibagikan oleh PMI Kabupaten Kapuas satu bulan yang lalu. Bantuan pengadaan filter keramik ini diperoleh dari Palang Merah Spanyol.
Air dari filter keramik yang juga digunakan untuk pelanggan warung
Sebagian warga melaporkan adanya keran yang rusak. Setelah dibetulkan oleh Mas Agung dari IFRC, keran tersebut bisa berfungsi kembali. Dirumah yang lain ada yang keramiknya mengeluarkan air terlalu sedikit, setelah diperbaiki oleh Mas Agung, alirannya kembali lancar. Demikian juga dengan keramik yang tidak bisa mengeluarkan air, setelah dicoba lagi, airnya kembali mengalir.
Dua filter keramik untuk keluarga besar
Semua penerima filter keramik menggunakan apa yang sudah mereka terima untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang menggunakan air ini untuk melayani pelanggan warung makannya. Mereka merasakan manfaat dari keberadaan filter keramik ini, karena mereka tidak perlu lagi memasak air untuk memperoleh air yang bebas kuman.
Wawancara Mas Wira (ICRC) dengan seorang Ibu
Sebagian warga yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka mau membeli filter keramik yang sudah mengecil mengingat harganya tidak terlalu mahal (Rp 90.000). Namun mereka masih belum mengetahui, dimana mereka bisa membeli filter keramik tersebut. Sedangkan untuk keran-keran yang rusak, mereka bisa membeli keran baru di pasar setempat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)