The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Susu Bagi Ibu Hamil dan Balita Untuk Cegah Stunting

 

Saka Lagun, 26 Juni 2024
 
Pemerintah Desa Saka Lagun berkomitmen dalam pencegahan stunting. Hari ini Kepala Desa Saka Lagun Samsir Alam dan istri selaku ketua TP-PKK Desa Saka Lagun dan didampingi tenaga kesehatan  dan kader posyandu menyerahkan susu kepada ibu hamil dan balita yang berisiko. Diharapkan dengan pemberian susu ini ibu hamil dan balita mendapatkan gizi yang cukup. Pada kesempatan ini juga Ketua TP-PKK yang biasa disapa Bu Janah memberikan edukasi kepada ibu hamil dan balita agar selalu datang ke posyandu. 

Foto dan tulisan dikirim oleh Bapak M. Hipni.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas