MDMC Kapuas Resmi Dibentuk untuk Periode 2025–2030

Sabtu, 2 Agustus 2025 Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas, telah diselenggarakan rapat pembentukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kapuas untuk periode 2025–2030. Melalui rapat tersebut, susunan kepengurusan MDMC Kapuas ditetapkan sebagai berikut: Ketua: Muhammad Hipni, S.Kep., Ners Wakil Ketua: Much. Busyrol Fuad, S.Psi Sekretaris: Endang Andriyani, S.Pd., M.Pd. Bendahara: Sri Agustina, A.Md. MDMC, atau Muhammadiyah Disaster Management Center , adalah lembaga penanggulangan bencana di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat koordinasi sumber daya Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun non-alam, di seluruh Indonesia. Dengan terbentuknya kepengurusan MDMC Kapuas, diharapkan akan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat Muhammadiyah terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya. Berita dikirim oleh Bapa...

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

 


Pendahuluan:

Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian (Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian).

Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya.

Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut melakukan kegiatan patroli untuk memastikan sang nenek dalam keadaan sehat-sehat saja. Karena saat membaca berita tentang musim panas di Brisbane, ternyata banyak orang-orang lanjut usia yang meninggal tanpa diketahui di baraknya. Penulis teringat lagi dengan kuliah yang disampaikan oleh staf International Labour Organization (ILO) tentang keadaan masyarakat Indonesia setelah tahun 2050. Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang negatif, sehingga beban warga masyarakat yang produktif menjadi ganda, mereka harus menanggung orang tuanya serta harus menanggung istri dan anaknya.

Penulis berusaha untuk mencari tahu tentang kondisi di Kapuas, dan menemukan data ini dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas:

Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas

Analisis dan Kesimpulan:

Penduduk Kapuas 2020-2035: Data menunjukkan bahwa Kabupaten Kapuas akan mengalami beberapa perubahan demografis yang signifikan dari tahun 2020 hingga 2035. Berikut adalah beberapa poin penting dari data tersebut:

  1. Pertumbuhan Penduduk:

    • Populasi total akan meningkat dari 409,48 ribu pada tahun 2020 menjadi 473,79 ribu pada tahun 2035.
    • Peningkatan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan hampir seimbang.
  2. Komposisi Umur:

    • Jumlah penduduk usia 0-14 tahun cenderung menurun dari 23,29% pada tahun 2020 menjadi 21,78% pada tahun 2035.
    • Jumlah penduduk usia 15-64 tahun sedikit menurun dari 71,47% pada tahun 2020 menjadi 69,46% pada tahun 2035.
    • Jumlah penduduk usia 65 tahun ke atas meningkat dari 5,25% pada tahun 2020 menjadi 8,76% pada tahun 2035.
  3. Dependency Ratio:

    • Dependency ratio meningkat dari 39,92% pada tahun 2020 menjadi 51,55% pada tahun 2035. Hal ini menunjukkan bahwa beban penduduk produktif akan meningkat karena adanya peningkatan jumlah penduduk yang tidak produktif (anak-anak dan lanjut usia).
  4. Fertilitas dan Mortalitas:

    • Total Fertility Rate (TFR) menurun dari 2,45 pada tahun 2020 menjadi 2,25 pada tahun 2035.
    • Infant Mortality Rate (IMR) menurun dari 20,38 per seribu kelahiran hidup pada tahun 2020 menjadi 15,16 pada tahun 2035.

Proyeksi Pertumbuhan Negatif:

Dengan mempertimbangkan tren penurunan TFR dan peningkatan dependency ratio, dapat diproyeksikan bahwa Kabupaten Kapuas kemungkinan akan mulai mengalami pertumbuhan penduduk negatif sekitar tahun 2050 atau setelahnya. Penurunan TFR yang berkelanjutan menunjukkan bahwa jumlah kelahiran akan terus menurun, sementara peningkatan dependency ratio menunjukkan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia yang tidak produktif.

Kesimpulan:

Dari data dan proyeksi ini, beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan adalah:

  • Peningkatan layanan kesehatan dan sosial untuk penduduk lanjut usia, guna mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
  • Pengembangan kebijakan pro-natalitas untuk meningkatkan TFR dan menstabilkan pertumbuhan penduduk.
  • Peningkatan pendidikan dan pelatihan untuk penduduk usia produktif guna meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban ekonomi.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Kapuas dapat menghadapi tantangan demografis di masa depan dengan lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas