Postingan

Menampilkan postingan dengan label Badan Pusat Statistik

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut...

Sensus Penduduk 2020 dapat dilakukan secara online

Gambar
Pagi ini, Sabtu, 15 Februari 2020 ketika teman dari Badan Pusat Statistik memberikan alamat pengisian sensus secara online:  https://sensus.bps.go.id/ admin langsung mengisinya. Pada awalnya agak kesulitan karena laptop yang digunakan sedang mungunggah video ke YouTube. Akhirnya admin pindah ke HP. Lebih lancar, meskipun masih ada pilihan yang harus diisi lagi karena pilihan tidak muncul-muncul. Bahkan beberapa kali "simpan sementara" gagal karena "server"-nya BPS sedang sibuk. Setelah mengisi data semua anggota keluarga, ada pemberitahuan bahwa pengisian sudah lengkap. Barulah isian tersebut dikirim. Setelah dikirim kita bisa mengunduh bukti lapor. Silahkan mencoba.

Sensus Ekonomi 2016

Gambar
Petugas sensus ekonomi dari BPS Sejak tanggal 1 Mei 2016 yang lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah memulai Sensus Ekonomi di seluruh Indonesia. Kapuas pun tidak ketinggalan. Para petugas sensus dikerahkan ke seluruh blok sensus yang sudah ditetapkan. Admin mendapatkan kesempatan menjadi target sensus kali ini. Petugas menanyakan identitas serta penghasilan serta pengeluaran dari penghasilan tersebut. Setelah selesai wawancara, petugas menempelkan stiker sensus ekonomi di jendela. 

Produk-Produk Unggulan BPS Kabupaten Kapuas

Gambar
Produk-produk unggulan BPS Kabupaten Kapuas Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas telah memulai upaya untuk menyediakan berbagai produk-nya secara online. Hal ini dapat dilihat pada produk-produk unggulan BPS Kabupaten Kapuas yang berupa: Kapuas Dalam Angka 2011 Produk Domestik Regional Bruto 2010 Statistik Daerah Kabupaten Kapuas 2011 Indikator Ekonomi Kabupaten Kapuas 2010 BPS masih akan melengkapi koleksi-koleksi buku yang belum selesai di online kan seperti Inflasi Kabupaten Kapuas 2011. Sedangkan buku-buku seperti Kecamatan Dalam Angka, nampaknya masih membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa mewujudkannya.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas