Lazismu dan MDMC Berhasil Galang Dana untuk Aceh dan Sumatera, Terkumpul Rp 37.000.000

Gambar
  Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil mengkoordinasikan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur persyarikatan serta komunitas peduli, sehingga total donasi yang berhasil dihimpun mencapai  Rp 37.000.000 . Penggalangan dana ini didukung oleh berbagai lembaga dan amal usaha Muhammadiyah, yaitu: PCM Kapuas Timur PCM Mandomai Majelis Ibu Riaswati Nasyiatul Aisyiyah TKM Permata Ikatan Pelajar Muhammadiyah SD Muhammadiyah Mambulau Pemuda Muhammadiyah Bidang Amil Zakat, Infak dan Shadaqah SMPS Muhammadiyah Kapuas SDS Muhammadiyah Kapuas Barat Sekretariat PDM SMA Muhammadiyah Pulau Petak Majelis Tarjih dan Tabligh Tapak Suci SMA Muhammadiyah Kapuas Sementara pihak di luar lembaga Muhammadiyah yang turut berkontribusi antara lain  KJSO . Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk memenuhi kebutuha...

Keutamaan Puasa di Bulan Syaban sebagai Persiapan Menyambut Ramadan

Do'a Nisyfu Sya'ban


Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Islam dan memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana diajarkan dalam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Syaban dianggap sebagai bulan penuh berkah yang menjadi pengantar bagi bulan Ramadan. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sering berpuasa di bulan Syaban, kecuali beberapa hari terakhir sebelum memasuki Ramadan.

Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

Puasa yang dilakukan di bulan Syaban termasuk dalam kategori puasa sunnah (nafl), yang tidak wajib namun sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

"Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."

Dari hadis ini, terlihat bahwa bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa sebagai bulan yang dipilih oleh Rasulullah ﷺ untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa.

Hadis-Hadis yang Menjelaskan Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

  1. Diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid, beliau berkata: "Wahai Rasulullah, aku melihat engkau sering berpuasa di bulan Syaban dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya." Rasulullah ﷺ menjawab: "Bulan Syaban adalah bulan di antara Rajab dan Ramadan yang sering dilupakan oleh banyak orang. Di bulan ini, amal manusia diangkat ke hadapan Allah, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan sedang berpuasa." (HR. An-Nasai)

  2. Diriwayatkan oleh Aisyah r.a., istri Nabi ﷺ, beliau berkata: "Nabi Muhammad ﷺ biasa berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban." Aku bertanya kepadanya: "Wahai Rasulullah, apakah bulan Syaban adalah bulan yang paling engkau cintai untuk berpuasa?" Beliau menjawab: "Di bulan ini, Allah mencatat nama-nama orang yang akan meninggal dalam tahun tersebut, dan aku ingin saat kematianku tiba, aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Al-Baihaqi)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa meskipun puasa di bulan Syaban tidak diwajibkan, Nabi Muhammad ﷺ sangat menganjurkannya dan tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berpuasa di bulan ini.

Malam Nisfu Syaban: Malam Penuh Rahmat dan Ampunan

Selain puasa sunnah, bulan Syaban juga dikenal dengan Malam Nisfu Syaban atau malam pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban. Banyak ulama dan ahli hadis menyebutkan bahwa malam ini memiliki keistimewaan besar dalam Islam.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Pada malam Nisfu Syaban, Allah berfirman: 'Adakah orang yang bertaubat, maka Aku akan mengampuninya? Adakah yang memohon rezeki, maka Aku akan memberinya? Adakah yang sedang dalam kesulitan, maka Aku akan memberinya jalan keluar?' Dan Allah terus memberikan rahmat-Nya hingga fajar menyingsing."

Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Syaban

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain:

  • Membaca Surah Yasin setelah Maghrib atau Isya
  • Memperbanyak doa dan permohonan ampun
  • Memohon kesehatan, perlindungan, serta keimanan yang kuat
  • Melakukan shalat malam dan memperbanyak dzikir

Di hari berikutnya, yaitu tanggal 15 Syaban, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa sebagai bentuk penyempurnaan ibadah malam sebelumnya.

Kesimpulan

Bulan Syaban merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan. Dengan memperbanyak puasa sunnah dan ibadah di malam Nisfu Syaban, seorang Muslim dapat memperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah. Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan dengan menjadikan bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan amalan agar lebih siap menghadapi bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Sumber: Fasting in Shaban to honor Ramadan - IslamiCity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas