Postingan

Menampilkan postingan dengan label Asma'ul Husma

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Ceramah tentang Asma'ul Husna sekaligus kritik Jokowi

https://youtu.be/N9ZchKskKwU Pada hari Sabtu, 6 Oktober 2018 di Masjid Raudhatul Jannah, di jalan M.H. Thamrin, Palangka Raya, Habib Abdullah Husen Alaydrus menyampaikan ceramah tentan Al-Ghaffaar, salah satu Asma'ul Husna. Disela-sela ceramahnya, beliau mengkritik Jokowi. Syukurnya para peserta hanya menanggapi dengan tersenyum. Dalam ceramahnya beliau mengungkapkan ayat dalam surat Nuh yang menjanjikan kepada mereka yang melazimkan istighfar maka Allah akan menurunkan hujan dari, memberi karunia harta dan anak-anak.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas