Postingan

Menampilkan postingan dengan label Belkaga

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Minum obat pencegah penyakit kaki gajah (koleksi foto)

Gambar
Menteri kesehatan minum obat di Kuala Kurun Camat Pulau Petak (tengah) minum obat Minum obat bersama di Puskesmas Barimba Minum obat bersama di Puskesmas Pujon Minum obat bersama di Kecamatan Dadahup Pada hari Senin, 3 Oktober 2016 berbagai tempat di Kabupaten Kapuas menyelenggarakan pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) dengan jalan sama-sama meminum obat untuk mencegah penyakit kaki gajah. Pencanangan nasional dilakukan di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang dihadiri oleh menteri kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek. 

Minum Obat Bersama Camat (MOBerCam) Dadahup dalam rangka Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga)

Gambar
Spanduk MOBerCam Dadahup Dalam "Transmission Assessment Survey" (Survei Penilaian Penularan) yang dilakukan pada akhir tahun 2015 yang lalu, di wilayah kerja Puskesmas Dadahup, pada pemeriksaan darah jari ditemukan masih ada masyarakat yang darahnya mengandung cacing penyebab kaki gajah. Dari tahun 2008-2012 pernah dilaksanakan pengobatan massal kaki gajah, dimana seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas diminta untuk minum obat secara teratur sekali setahun. Namun pemberian obat ini tidak berlangsung secara lancar di beberapa kecamatan. Untuk mencegah kegagalan ini, Puskesmas Dadahup bekerja sama dengan pihak Kecamatan Dadahup mencanangkan kegiatan Minum Obat Bersama Camat ( MOBerCam ) Dadahup pada hari Senin, 3 Oktober 2016 nanti. Staf Puskesmas Dadahup sedang mengemas obat kaki gajah Dalam rangka mempersiapkan kegiatan tersebut, staf Puskesmas Dadahup mengemas obat tersebut dalam kemasan yang siap minum.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)