Postingan

Menampilkan postingan dengan label Belkaga

Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Minum obat pencegah penyakit kaki gajah (koleksi foto)

Gambar
Menteri kesehatan minum obat di Kuala Kurun Camat Pulau Petak (tengah) minum obat Minum obat bersama di Puskesmas Barimba Minum obat bersama di Puskesmas Pujon Minum obat bersama di Kecamatan Dadahup Pada hari Senin, 3 Oktober 2016 berbagai tempat di Kabupaten Kapuas menyelenggarakan pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) dengan jalan sama-sama meminum obat untuk mencegah penyakit kaki gajah. Pencanangan nasional dilakukan di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang dihadiri oleh menteri kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek. 

Minum Obat Bersama Camat (MOBerCam) Dadahup dalam rangka Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga)

Gambar
Spanduk MOBerCam Dadahup Dalam "Transmission Assessment Survey" (Survei Penilaian Penularan) yang dilakukan pada akhir tahun 2015 yang lalu, di wilayah kerja Puskesmas Dadahup, pada pemeriksaan darah jari ditemukan masih ada masyarakat yang darahnya mengandung cacing penyebab kaki gajah. Dari tahun 2008-2012 pernah dilaksanakan pengobatan massal kaki gajah, dimana seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas diminta untuk minum obat secara teratur sekali setahun. Namun pemberian obat ini tidak berlangsung secara lancar di beberapa kecamatan. Untuk mencegah kegagalan ini, Puskesmas Dadahup bekerja sama dengan pihak Kecamatan Dadahup mencanangkan kegiatan Minum Obat Bersama Camat ( MOBerCam ) Dadahup pada hari Senin, 3 Oktober 2016 nanti. Staf Puskesmas Dadahup sedang mengemas obat kaki gajah Dalam rangka mempersiapkan kegiatan tersebut, staf Puskesmas Dadahup mengemas obat tersebut dalam kemasan yang siap minum.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)